<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310</id><updated>2012-01-07T23:33:06.053-08:00</updated><category term='musim semi guru'/><title type='text'>BLOG ALA KADARNYA</title><subtitle type='html'>Blog ini berisi ide-ide yang lagi "mood" yang muncul tidak tentu. Ide ala kadarnya ini adalah hasil pemencetan dan pemerkosaan yang maksimal terhadap otak penulis. Silakan Anda  menjelajahnya!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-3162170777493920581</id><published>2010-10-27T23:19:00.000-07:00</published><updated>2011-02-06T20:42:55.402-08:00</updated><title type='text'>Eksplorasi, Elaborasi, Dan Konfrimasi dalam RPP dan Pembelajaran</title><content type='html'>EKSPLORASI, ELABORASI, DAN KONFIRMASI&lt;br /&gt;DALAM RPP DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;oleh Joko Rusmanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Definisi&lt;br /&gt;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ketiga istilah tersebut bermakna sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Eksplorasi adalah kegiatan untuk memperoleh pengalaman-pengalaman baru dari situasi yang baru.&lt;br /&gt;2. Elaborasi adalah penggarapan secara tekun dan cermat.&lt;br /&gt;3. Konfrimasi adalah pembenaran, penegasan, dan pengesahan &lt;br /&gt;B. Pengaplikasian ketiga istilah tersebut dalam rancangan dan proses pembelajaran adalah sebagai berikut&lt;br /&gt;1.  Eksplorasi&lt;br /&gt;Dalam kegiatan eksplorasi, guru melibatkan siswa dalam mencari dan menghimpun informasi, menggunakan media untuk memperkaya pengalaman mengelola informasi, memfasilitasi siswa berinteraksi sehingga siswa aktif, medorong siswa mengamati berbagai gejala, menangkap tanda-tanda yang membedakan dengan gejala pada peristiwa lain, mengamati objek di lapangan dan labolatorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan guru dan siswa dalam siklus ekplorasi adalah&lt;br /&gt;Siswa&lt;br /&gt;- menggali informasi dengan membaca, berdikusi, atau percobaan&lt;br /&gt;- mengumpulkan dan mengolah data&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;- menggunakan berbagai pendekatan dan media&lt;br /&gt;- memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, dan peserta didik dengan sumber belajar&lt;br /&gt;- melibatkan peserta didik secara aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Elaborasi&lt;br /&gt;Dalarn kegiatan elaborasi, guru mendorong siswa membaca dan menuliskan hasil eksplorasi, mendiskusikan, mendengar pendapat, untuk lebih mendalami sesuatu, menganalisis kekuatan atau kelemahan argumen, mendalami pengetahuan tentang sesuatu, membangun kesepakatan melalui kegiatan kooperatif dan kolaborasi,  membiasakan peserta didik membaca dan menulis, menguji prediksi atau hipotesis, menyimpulkan bersama, dan menyusun laporan atau tulisan, menyajikan hasil belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan guru dan siswa dalam siklus elaborasi adalah&lt;br /&gt;Siswa&lt;br /&gt;- melaporkan hasil eksplorasi secara lisan atau tertulis, baik secara individu maupun kelompok&lt;br /&gt;- menanggapi laporan atau pendapat teman&lt;br /&gt;- mengajukan argumentasi dengan santun&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;- memfasilitasi peserta didik untuk berpikir kritis, menganalisis, meemcahkan masalah, bertindak tanpa rasa takut&lt;br /&gt;- memfasilitasi peserta didik untuk berkompetisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Konfirmasi&lt;br /&gt;Dalam kegiatan konfirmasi, guru memberikan umpan balik terhadap apa yang dihasilkan siswa melalui pengalaman belajar, memberikan apresiasi terhadap kekuatan dan kelemahan hasil belajar dengan menggunakan teori yang dikuasi guru , menambah informasi yang seharusnya dikuasai siswa, mendorong siswa untuk menggunakan pengetahuan lebih lanjut dari sumber yang terpecaya untuk lebih menguatkan penguasaan kompetensi belajar agar lebih bermakna. Setelah memeperoleh keyakinan, maka siswa mengerjakan tugas-tugas untuk mengasilkan produk belajar yang kongkrit dan kontekstual.Guru membantu siswa menyelesikan masalah dan menerapkan ilmu dalam aktivitas yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Kegiatan guru dan siswa dalam siklus konfirmasi&lt;br /&gt;Siswa&lt;br /&gt;- melakukan refleksi terhadap pengalaman belajarnya&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;- memberi umpan balik positif kepada peserta didik&lt;br /&gt;- memberi konfirmasi melalui berbagai sumber terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi&lt;br /&gt;- berperan sebagai narasumber dan fasilitator&lt;br /&gt;- memberi acuan agar peserta didik melakukan pengecekan hasil ekplorasi&lt;br /&gt;- memberi motivasi kepada peserta didik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-3162170777493920581?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/3162170777493920581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2010/10/eksplorasi-elaborasi-dan-konfrimasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/3162170777493920581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/3162170777493920581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2010/10/eksplorasi-elaborasi-dan-konfrimasi.html' title='Eksplorasi, Elaborasi, Dan Konfrimasi dalam RPP dan Pembelajaran'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-5201501367622843304</id><published>2010-10-14T19:30:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T19:33:25.852-07:00</updated><title type='text'>Cerpen</title><content type='html'>Ahli Waris&lt;br /&gt;Joko Rusmanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti biasanya, pukul delapan pagi Marwati baru membuka kedainya. Biasanya, pukul setengah tujuh tungku sudah memulai membara dan  ketel hitam legam sudah nangkring di atasnya. Itu semua dikarenakan sudah dua hari ini Ninik demam dan muntah-muntah, sehingga tadi pagi Marwati menunda keberangkatannya ke kedai. Ia terlebih dahulu menggendongnya agar Ninik tenang dan tidak rewel.. Ninik memang sering panas secara tiba-tiba. Kadang setelah panas ia muntah-muntah, tetapi setelah itu badannya akan normal kembali dan esoknya sudah bisa berlarian dengan teman-temannya. Akan tetapi, hari ini lain. Ninik masih demam. Sebenarnya Marwati berniat untuk libur satu hari ini sampai demam Ninik berkurang. Akan tetapi, ia bertimbang lain. Jika ia tak membuka kedai, hari itu ia tidak akan makan dan tak bisa melaksanakan niatnya untuk membawa Ninik ke mantri. Suaminya sedang cuti panjang karena di pabrik sedang kehabisan bahan baku, dan stok barang sedang menumpuk. Sudah hampir dua minggu suaminya tidak mendapat upah.&lt;br /&gt;Matahari bersinar dengan cerahnya, tapi di atas kedai itu masih tampak redup. Pohon asem jawa yang cukup besar telah meredupkan suasana di sekitar kedai. Hanya beberapa bagian saja tampak terang karena cahaya matahari berhasil menerobos celah-celah dedaunan pohon asem dan sinarnya jatuh di atap genteng tua. Dari celah-celah genteng di bagian pojok kedai muncullah kepulan-kepulan asap dari tungku tua di kedai itu. Asapnya mengepul kecil-kecil ke atas lalu berlingkar-lingkar dan menghilang di antara ranting-ranting pohon asem. Marwati mulai sibuk menata meja sementara tungku menyala membakar ketel. Pintu dan jendela-jendela kecil sudah dibuka. Tangannya begitu cekatan, dalam satu waktu ia bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan. Ketika air di ketel  mendidih, adonan tepung dan bahan-bahan gorengan telah siap menanti giliran. Memang ia sudah terbiasa seperti itu.&lt;br /&gt;Tidak terlalu lama di meja sudah tertata beberapa piring berisi gorengan. Masing-masing piring masih mengeluarkan uap panas. Uapnya menuju ke atas mengepul-ngepul beriringan. Aroma pisang kapok yang telah digoreng dan dibalut tepung merayap di sekitar kedai. Marwati mendadak menghentikan penggorengan yang tinggal beberapa adonan lagi karena dua orang suami istri tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu. Marwati merasa aneh karena ia tidak mendengar deru mesin mobil hitam mengkilap yang sudah nongkrong di depan kedai. Ia juga tidak mendengar pintu mobil itu ditutup. Padahal, biasanya pintu mobil yang berhenti di situ kalau ditutup berbunyi “bleg”.  Ia betul-betul terkejut.&lt;br /&gt;“Monggo, Pak, Bu, silakan masuk!” sambut Marwati sambil membersihkan tangannya dengan selembar lap yang tergantung di dekat pintu belakang. Suami istri itu tersenyum lalu duduk bersebelahan. Marwati maju selangkah, tangannya dilipat di depan perutnya.&lt;br /&gt;“Minumnya teh atau kopi, ya Bu?” tanya Marwati sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Bapak kopi, dan saya teh saja. Jangan terlalu manis ya, Mba?” jawab tamu perempuan dengan sangat ramah. Marwati manggangguk, lalu ia membalikkan badannya dan berjalan ke belakang. &lt;br /&gt;“Pak, apa ngga ada rumah makan di sekitar sini? Kok ke sini!” tanya isteri sambil matanya berkelana ke sekeliling ruang kedai.&lt;br /&gt;“Ya, ada!” jawab sang suami.&lt;br /&gt;“Lho, kok!”&lt;br /&gt;“Sudahlah, Bu! Pokoknya saya punya alasan. Kedai ini yang sering kebayang di pikiranku selama ini. Kedai ini juga yang selalu mengganggu khusukku dalam berdoa. Lihat, Bu, sudah hampir dua puluh tahun, tapi keadaannya masih seperti dulu saja. Bedanya sedikit saja, dulu tungkunya di sebelah kiri sana. Sekarang, sudah dipindah ke belakang dekat bibir dam. Sepertinya tiada yang berubah, Bu. Memang sekarang sudah terkesan lapuk. Inilah kantinku dulu saat SMA! Kosku di sebelah sana, belakang Panti Asuhan Istiqomah.”  jawab suami sambil mengalihkan perhatian isterinya. Mata  lelaki itu  berkeliling sepanjang dinding dan atap. Lalu, kedua matanya berhenti pada wajah cantik. Lelaki itu tersenyum. &lt;br /&gt;“Jangan-jangan Bapak lupa! Bukan yang ini kali, Pak!” bisik isteri sambil meyakinkan pikiran suaminya itu.&lt;br /&gt;“Tidak, Bu! Aku tidak salah. Wong tanda yang penting adalah pohon asem itu. Masih di sudut sana, hanya sekarang sudah jauh lebih besar dibanding dulu.” jawab suami penuh percaya diri.&lt;br /&gt;Obrolan mereka berdua mendadak berhenti karena Marwati tiba-tiba sudah di depan mata sedang meletakkan dua gelas minuman. Selesai meletakkan dua gelas minuman itu ia hendak kembali ke tungku untuk menyelesaikan menggoreng adonan yang tersisa. Begitu membalikkan badannya, Marwati agak terkejut karena tamu lelaki itu menanyai.&lt;br /&gt;“Mba, ini warungnya Bu Hadi, kan?” tanya tamu lelaki dengan tiba-tiba. Lalu Marwati membatalkan niatnya ke belakang. Ia membalikkan lagi tubuhnya ke arah tamu itu.&lt;br /&gt;“Betul, Pak!” jawab Marwati serius. Matanya menatap ke arah dua tamunya seperti hendak menunggu pertanyaan berikutnya.&lt;br /&gt;“Mba ini siapanya Bu Hadi ya?” lanjut tamu lelaki itu seperti mendikte.&lt;br /&gt;“Saya anaknya, Pak! Marwati.” Jawab Marwati polos.&lt;br /&gt;“Yang dulu dipanggil Wati!” tebak tamu lelaki itu.&lt;br /&gt;“Ya, betul!”&lt;br /&gt;“Dulu waktu kamu belum sekolah, selalu diajak Bu Hadi ke sini lho!.”&lt;br /&gt;“Lho, Bapak kok tahu!”&lt;br /&gt;“Ya jelas! Saya kan langganan setia Bu Hadi. Ibu sehat saja, Mba?”&lt;br /&gt;Marwati terdiam sejenak, ia berpikir dan menata jawaban yang akan diberikan kepada tamu lelaki itu. Wajahnya seperti ragu-ragu.&lt;br /&gt;“Anu, Pak ...!”  jawab Marwati dengan keragu-raguan.&lt;br /&gt;“Anu apa, Mba?” kejar tamu lelaki&lt;br /&gt;“Bu Hadi sudah meninggal setahun setelah kematian Pak Hadi, kira-kira empat tahun yang lalu.”   jawab Marwati dengan tenang.&lt;br /&gt;Suami isteri itu agak terkejut, ditatapnya mata Marwati dengan sungguh-sungguh. Ditunggunya cerita dari Marwati. Marwati berjalan ke sudut menuju sebuah kursi sederhana, lalu ia duduk. Mata suami isteri itu mengikuti perlahan.&lt;br /&gt;“Ibu meninggalkan kami secara tiba-tiba, tanpa sakit atau tanda-tanda yang lain. Ketika itu ibu mau ke kedai ini, tetapi baru keluar pintu ia terpelanting lalu jatuh dan ...langsung meninggal.” lanjut Marwati dengan ekspresi sedih. Suami isteri itu terdiam dalam duka. Sang suami meraih kopi yang masih separoh. Demikian pula sang isteri.&lt;br /&gt;Setelah bercerita meninggalnya ibu, Marwati bergegas ke belakang. Suami isteri itu melanjutkan menikmati minuman hangat dan gorengan yang masih mengepulkan uap panas. Sang suami itu seperti terbenam dalam lamunan, entah apa yang sedang dipikirkan. Pisang goreng yang ia genggam tidak segera digigitnya, matanya melayang ke dinding-dinding kedai atau ke ranting-ranting pohon asem melalui celah-celah pada dinding kedai.&lt;br /&gt;“Pak, tadi Bapak ngomong apa sih?” tanya isteri memecah lamunan. &lt;br /&gt;“Apa, Bu?” jawab suami kaget. &lt;br /&gt;“Ah, Bapak ada orang ngomong ngga didengarkan!” jawab isteri ketus.&lt;br /&gt;“Memang aku ngga nangkap, apa sih?” aku suami.&lt;br /&gt;“Itu tadi lho, Bapak katanya selalu terganggu dan terngiang-ngiang oleh kantin ini. Ada kenangan apa sih, Pak?” tanya isteri &lt;br /&gt;“Ngga ada apa-apa, hanya teringat saja kok!” jawab suami &lt;br /&gt;“Pak, kalau memang ada apa-apa dengan kantin ini, langsung saja selesaikan sekarang!” usul isteri kepada suaminya. Sang suami tersenyum simpul sambil matanya sedikit mengerling kepada sang isteri.&lt;br /&gt;“Ya, sekarang! Se-ka-li-an!”  &lt;br /&gt;Dalam benak suami itu muncullah keraguan-keraguan. “Kalau aku ngomong apa adanya, malu aku. Tapi, kalau tidak, nanti aku terganggu terus oleh kantin ini dan dosa semakin berbunga-berbunga laksana uang dalam deposito.” demikan kata hati suami. Ia kembali bertimbang-timbang. Tanpa sadar setan telah mengintainya dan membujuk umatnya untuk selalu berbuat dosa atau selalu mengajak manusia untuk selalu berkubang dalam dosa. Pertarungan antara raja dosa dan raja kebaikan terjadi di benak suami. Setelah pergolakan hebat itu, akhirnya raja kebaikan merasa unggul. Suami  sudah memutuskan satu tekad untuk menyelesaikan semuannya, sekarang.&lt;br /&gt;Matahari baru sepenggalah, sinarnya benderang, tetapi di kedai itu masih redup-redup. Daun-daun kecil pohon asem telah menghadang sinar matahari pagi. Sang suami bangkit dari duduknya, lalu ia melangkah perlahan menuju pintu belakang hendak menemui Marwati yang sedang asyik mempersiapkan penggorengan berikutnya.&lt;br /&gt;“Mba, sudah!” kata suami kepada Marwati.&lt;br /&gt;“Lho masih pagi kok, Pak!” sambut Marwati.&lt;br /&gt;“Semuanya berapa?”&lt;br /&gt;“Tambahnya apa saja, Pak?”&lt;br /&gt;“Pisang goreng satu, ubi satu terus ....” jelas suami. Ia tidak melanjutkan rinciannya. Tetapi menanyakan kepada isterinya.&lt;br /&gt;“Bu, kamu tambah apa?” tanya suami sambil merogoh dompet di saku belakang celananya.&lt;br /&gt;“Aku, tambah pisang goreng satu!” jawab isteri.&lt;br /&gt;“Empat setengah, Pak!” jawab Marwati.&lt;br /&gt;Mendengar itu, suami langsung membuka dompet dan segera mengambil selembar uang lima ribuan. Setelah uang lima ribuan diberikan kepada Marwati, suami itu menarik tiga lembar uang ratusan ribu dari dompet berwarna cokelat tua. Kemudian, suami itu menyodorkannya kepada Marwati.&lt;br /&gt;“Lho, ini untuk apa, Pak! Yang ini malahan masih sisa lima ratus!”  tolak Marwati kepada suami isteri itu.&lt;br /&gt;“Mba, tolong diterima uang ini, halal kok!” bujuk lelaki itu sambil meyakinkan.&lt;br /&gt;“Tidak usah, Pak! Saya tidak mau diberi dengan cuma-cuma. Saya tidak mau!” jawab Marwati sambil menyembunyikan kedua tangannya ke belakang.&lt;br /&gt;“Oke, begini, Mba, saya ke sini pertama ingin membayar hutangku pada ibumu. Tetapi, karena ibumu sudah meninggal, maka saya serahkan uang pelunas ini pada Mba Marwati. Tolong ya, Mba diterima. Ini masalah hutang piutang, harus diselesaikan. Kamu kan ahli warisnya, jadi kamu harus menerima ini.” &lt;br /&gt;Marwati masih dalam kebimbangan untuk menerima atau tidak uang tiga ratus ribu dari lelaki itu. Matanya nanar, pikirannya bertimbang-timbang. Kedua tangannya masih disembunyikan di bagian belakang badannya. Melihat kebimbangan dalam diri Marwati, isteri lelaki itu mendekatinya dan meraih tangannya. Ia mencoba membimbing tangan Marwati untuk menerima uang itu. Marwati hanya menuruti saja.&lt;br /&gt;“Terimalah, Mba! Suamiku betul-betul berhutang pada ibumu dulu dan maafkan kami baru bisa melunasinya hari ini.” jelas isteri lelaki itu sambil mempertemukan tangan suaminya denga tangan Marwati. &lt;br /&gt;“Pokoknya, Mba Marwati tidak usah macam-macam. Itu hak Mba Marwati sebagai ahli waris. Yang penting Mba Marwati menjadi saksi bahwa saya sudah melunasi hutang pada ibu, itu saja!” tambah lelaki itu. &lt;br /&gt;Tangan kanan Marwati menggenggam uang tiga ratus ribu. Perlahan ia melepas keraguan akan hal itu. Dipindahkannya uang itu dari tangan kanannya ke tangan kirinya. Lalu ia menyalami suami  isteri tamunya itu, dari bibirnya mengembanglah senyum. Suami isteri itu pun tersenyum dan meninggalkan Marwati.&lt;br /&gt;Mobil hitam itu melesat begitu cepatnya, tanpa suara deru mesin atau suara pintu  ditutup. Mata Marwati mengikuti kepergian mobil dan sepasang suami isteri itu hingga mereka hilang ditelan bukit kecil di seberang sana. Setelah mobil hitam dan suami isteri itu betul-betul menghilang,  Marwati  masuk ke kedainya dengan gugup, lalu ia  mengemasi dagangannya dan menutup kedainya. Ia segera pulang ke rumah untuk memenuhi niatnya membawa Ninik ke puskesmas.          &lt;br /&gt;  Februari 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-5201501367622843304?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/5201501367622843304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2010/10/cerpen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/5201501367622843304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/5201501367622843304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2010/10/cerpen.html' title='Cerpen'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-7272750160065380308</id><published>2010-10-14T19:00:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T19:04:31.825-07:00</updated><title type='text'>Idul fitri dan Hijrah Negeri</title><content type='html'>Idul fitri dan Hijrah Negeri&lt;br /&gt;Oleh Joko Rusmanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadan tahun ini telah berakhir. Pestapora kemenangan berlangsung di sepanjang negeri. Kemenangan atas pertarungan dengan hawa nafsu yang selama ini telah membelenggu dan mendominasi dalam diri manusia.  Klimaks dari sebuah pertarungan hawa nafsu adalah kesadaran tertinggi akan religiusitas, pengakuan dosa baik secara horizontal maupun vertikal. Ending dari pertarungan ini adalah seperti telah difirmankan oleh Allah dalam QS Al Baqarah: 183, yaitu takwa. Inilah produk perang hawa nafsu yang dijalani selama sebulan.&lt;br /&gt;Makna takwa secara lahiriah adalah keinsafan yang diikuti kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Jika kita kritisi, makna takwa sungguh luar biasa. Orang yang dikategorikan takwa adalah mereka yang telah insaf dan sadar akan perbuatan negatifnya dan memanifestasikannya dalam bentuk kepatuhan dan ketaatan akan perintah dan larangan Allah. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa takwa sebagaimana disyariatkan sebagai hasil dari puasa Ramadan, merupakan orientasi sebuah hijrah. Namun, yang menggelitik hati kita, apakah predikat takwa yang disandang oleh para “saumers” dapat mengentaskan atau menghijrahkan negeri ini dari kemiskinan ketakwaan?&lt;br /&gt;Secara matematis&lt;br /&gt;Saat ini mayoritas penduduk Indonesia  beragama Islam, secara mayoritas pula umat Islam Indonesia menjalankan puasa. Jika hitungan 80% menjadi dasar patokan, maka pada saat lebaran 80% umat Islam Indonesia telah memperoleh sertifikat takwa. Kedelapan puluh persen umat yang mendapat sertifikat ini menyebar di pelbagai lini kehidupan, ada di sebagian besar anggota DPR, ada di sebagian besar birokrat, ada di sebagian besar praktisi hukum, ada di sebagian pelaku usaha dan perekonomian, ada di sebagian besar pendidik, dan ada di sebagian besar pelayan masyarakat lainnya. &lt;br /&gt;Wah, sungguh luar biasa! Pascaramadan bendera takwa berkibar di mana-mana, di sebagian besar wilayah Indonesia. Orang-orang kembali fitri. Lembaran baru dalam kehidupan sudah dicetak, tinggal diisi dengan pena masing-masing. Fenomena menarik ini sebenarnya dapat dijadikan modal dasar bagi Indonesia untuk lepas dari jerat-jerat kapitalisme, egoisme, hedonisme yang menjadi biang keladi krisis mental. Jika power takwa ini dapat dimanajemen dan dimanfaatkan efeknya dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, kejadian-kejadian konyol yang menimpa negeri ini tidak akan terulang, isya Allah.&lt;br /&gt;Memang, kalau dikomtemplasikan dengan sungguh-sungguh seharusnya negeri ini tidak akan mengalami dekadensi dan degradasi seperti sekarang karena momentum fitri berlangsung secara bersinambung. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian. Koruptor bertambah, kejahatan berlipat, krisis mental seperti yang disponsori “dunia Tari dan dunia Maya” mewabah.  Keimanan dan ketakwaan anak-anak bangsa menjadi rendah.   &lt;br /&gt;Iman dan takwa fluktuatif    &lt;br /&gt;Pascaramadan yang dirangkai dengan syawalan memang hanya berlangsung beberapa hari saja. Setelah itu, apakah takwa dan kesalehan sosial masyarakat kita akan terus berlangsung. Inilah masalahnya, iman dan takwa manusia dalam keadaan fluktuatif. Iman dan takwa kita seperti biduk yang dibawa mengarungi samudera. Iman dan takwa akan menuai badai dan ombak kehidupan  duniawi sehingga dapat hancur atau pun tegar bertahan. Akhirnya, untuk bertahan dalam ketakwaan kembali bergantung pada individu masing-masing.&lt;br /&gt;Sertifikat takwa yang telah kita peroleh harus tetap melekat dengan segala konsekuensinya  ia harus dipertahankan dari sisi internal berupa nawaitu dan iktikad baik. Dari sisi eksternal  berupa usaha pemupukan takwa dari berbagai unsur, baik secara preventif maupun kuratif. Secara preventif, para ulama yang  berfrekuensi tinggi dalam syiar, tetaplah semangat bersyiar lewat berbagai media untuk menangkal virus-virus yang siap menggerogoti ketakwaan umat. Secara kuratif, jaksa dan aparat hukum  yang bertakwa, adil, dan bijaksana, harus selalu bertindak tegas tanpa takut dan kenal lelah  untuk memusnahkan virus-virus yang mematikan.&lt;br /&gt;Akhirnya, kembalinya kefitrian jiwa manusia harus dibarengi iktikad dan upaya sungguh-sungguh dari masing-masing individu agar dapat menghijrahkan negeri ini dari keterpurukan. Walaupun tidak kafah, paling tidak momentum lebaran kali ini dapat meminimalkan keterpurukan bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-7272750160065380308?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/7272750160065380308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2010/10/idul-fitri-dan-hijrah-negeri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/7272750160065380308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/7272750160065380308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2010/10/idul-fitri-dan-hijrah-negeri.html' title='Idul fitri dan Hijrah Negeri'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-8497347442536319378</id><published>2009-11-20T22:22:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T05:52:18.595-08:00</updated><title type='text'>Gurindam Siswa XII IPA 2</title><content type='html'>Barang siapa yang banyak beriman&lt;br /&gt;Maka hidupnya akan nyaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa suka berbohong&lt;br /&gt;Maka dia akan ompong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang sering menabung&lt;br /&gt;Pastilah dia akan beruntung &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;insan  mana yang suka tertawa&lt;br /&gt;niscaya hidupnya akan awet muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang yang pintar mencari ilmu&lt;br /&gt;tentulah hidupnya akan maju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika selalu pikirkan dunia&lt;br /&gt;maka hidupnya akan sengsara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siswa sukalah bertawur-tawur&lt;br /&gt;pastilah belajarnya jadi ngawur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jikalau kita rajin mengaji&lt;br /&gt;maka hidupnya lebih terpuji (atik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik kita menahan diri&lt;br /&gt;Daripada  menyesal di kemudian hari (novia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa mengambil barang saya&lt;br /&gt;Niscaya orang itu akan berdosa (novia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manakala remidi biologi&lt;br /&gt;maka esok hari akan lari (fany)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa  menjilat ludah sendiri, &lt;br /&gt;niscaya jalan hidupnya penuh duri (atik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Desi terlihat ceria, &lt;br /&gt;pastilah ia sedang bahagia.(khaefa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat suka korupsi, &lt;br /&gt;tentulah negara akan merugi. (pepy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-8497347442536319378?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/8497347442536319378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/11/gurindam-siswa-xii-ipa-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/8497347442536319378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/8497347442536319378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/11/gurindam-siswa-xii-ipa-2.html' title='Gurindam Siswa XII IPA 2'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-8975391398529119812</id><published>2009-11-20T20:32:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T20:33:04.479-08:00</updated><title type='text'>Gurindam Siswa XII IPA 1</title><content type='html'>Gurindam Asyik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah hati jangan disakiti&lt;br /&gt;Niscaya kita kaumnya nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu penuh halangan&lt;br /&gt;Maka hendaklah kita beriman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini penuh pengorbanan&lt;br /&gt;Maka hadapi dengan senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang menabung&lt;br /&gt;Kelak pastilah beruntung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa mudah bercinta&lt;br /&gt;Maka ia mudah menderita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam ini penuh bahaya&lt;br /&gt;Maka rajinlah berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup haruslah dijaga&lt;br /&gt;Agar kita mendapat surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika manusia tak kuat iman&lt;br /&gt;Pastilah rentan gangguan setan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuntut ilmu hingga jauh&lt;br /&gt;Pasti kelak tak akan keruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntut ilmu dengan semangat&lt;br /&gt;Agar bahagia dunia akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiamat sudahlah dekat&lt;br /&gt;Marilah kita bertobat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di atas lihatlah ke bawah&lt;br /&gt;Jika ingin mendapat berkah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-8975391398529119812?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/8975391398529119812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/11/gurindam-siswa-xii-ipa-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/8975391398529119812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/8975391398529119812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/11/gurindam-siswa-xii-ipa-1.html' title='Gurindam Siswa XII IPA 1'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-4621896278218348459</id><published>2009-10-22T18:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T20:24:41.426-07:00</updated><title type='text'>Andai Aku Jadi Prsiden</title><content type='html'>"Aku jadi presiden?"&lt;br /&gt;"Ya"&lt;br /&gt;"Lho, berapa perkara?"&lt;br /&gt;"Banyak perkara"&lt;br /&gt;"Terus, aku harus bagaimana?"&lt;br /&gt;"Kamu harus membuat kabinet!"&lt;br /&gt;"Haa, apa itu kabinet?"&lt;br /&gt;"Pembantumu"&lt;br /&gt;"Kan aku sudah punya pembantu!"&lt;br /&gt;"Pembantu di kantor yang harus mikir negara"&lt;br /&gt;"Oh itu! Berapa banyak?"&lt;br /&gt;"Sesuai kebutuhan, makin banyak makin bagus. Toh, untuk mikir negara"&lt;br /&gt;"Terus ..., gimana membuatnya?"&lt;br /&gt;"Kumpulkan orang-orang pinter, lalu tanyakan mau ngga jadi pembantumu."&lt;br /&gt;"Apa kiranya ada yang ngga mau?"&lt;br /&gt;"Ya, tentu! Karena tidak semua orang mau membantumu"&lt;br /&gt;"Masa begitu, wong dibayar kok ngga mau!"&lt;br /&gt;"Uang itu bukan satu-satunya lho!"&lt;br /&gt;"Ah masa begitu!"&lt;br /&gt;Bersambung.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-4621896278218348459?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/4621896278218348459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/10/andai-aku-jadi-prsiden.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/4621896278218348459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/4621896278218348459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/10/andai-aku-jadi-prsiden.html' title='Andai Aku Jadi Prsiden'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-7665945004493965630</id><published>2009-10-06T17:16:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T17:50:12.642-07:00</updated><title type='text'>Amnesia suatu Solusi</title><content type='html'>Salah satu keindahan karya sastra terletak pada konflik yang terjadi di dalamnya. Sebuah novel yang panjang dapat hidup karena konflik-konfliknya. Konflik atau masalah itu akan berjalan, berkembang, lantas memuncak pecah pada klimaks. Dalam perjalanan cerita, konfliklah yang membuat pembaca atau penonton tertarik untuk mengikuti cerita lebih lanjut. Pembaca bertanya-tanya bagaimana kelanjutan atau solusi dari konflik itu. Kreatifitas membuat konflik dan memperpanjangnya menjadi cerita yang menarik harus dimiliki oleh para penulis fiksi. Salah satu cara memperpanjang konflik adalah dengan memunculkan "amnesia" pada seorang tokoh.&lt;br /&gt;Amnesia atau penyakit lupa rupanya benar-benar dijadikan materi yang dapat digunakan untuk memperpanjang konflik sebuah cerita. Misalnya, Dua orang tokoh yang hendak dipertemukan karena sudah lama tidak bertemu. Akan tetapi, salah satu tokoh terserang amnesia. Lantas, pertemuan mereka tidak membuahkan hasil. Konflik baru pun muncul.&lt;br /&gt;Memperpanjang konflik dengan cara mengetengahkan "amnesia" banyak dijumpai pada sinetron di televisi swasta. Sebuah sinetron dapat menayangkan sampai beratus-ratus episode sampai-sampai konfliknya bercucu dan bercicit sehingga seolah-olah cerita konfliknya tiada akan berakhir. Penyiksaan terhadap tokoh protagonisnya begitu panjang. Karena tuntutan panjangnya episode, dibuat-buatlah sesuatu yang dapat memperpanjang konflik. Salah satu materi klasik adalah "amnesia". JIka Anda penulis fiksi, apakah Anda akan meniru gaya klasik itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-7665945004493965630?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/7665945004493965630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/10/amnesia-suatu-solusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/7665945004493965630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/7665945004493965630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/10/amnesia-suatu-solusi.html' title='Amnesia suatu Solusi'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-595094708840608711</id><published>2009-09-03T17:38:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T18:00:05.169-07:00</updated><title type='text'>Remedi dan Belajar Tuntas</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cict_05%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;} @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:244808043; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1838976160 2096287264 2141076290 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2 	{mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:1054935681; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:803740722 -1942964038 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:37.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:73.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2 	{mso-list-id:1494641800; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1142647946 2094587356 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3 	{mso-list-id:1842969321; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:772841410 855784170 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Program Remedial bagi Siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Latar      Belakang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;Dalam kegiatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembelajaran termasuk pembelajaran mandiri selalu dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mencapai standar kompetensi, kompetensi dasar dan penguasaan materi pembelajaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang telah ditentukan. Secara garis besar kesulitan dimaksud dapat berupa kurangnya pengetahuan prasyarat, kesulitan memahami materi pembelajaran, maupun kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas latihan dan menyelesaikan soal-soal ulangan. Secara khusus, kesulitan yang dijumpai peserta didik dapat berupa tidak dikuasainya kompetensi dasar mata pelajaran tertentu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;misalnya operasi bilangan dalam matematika; atau membaca dan menulis dalam pelajaran bahasa. Agar peserta didik dapat memecahkan kesulitan tersebut perlu adanya bantuan. Bantuan dimaksud berupa pemberian pembelajaran remedial atau perbaikan. Untuk keperluan pemberian pembelajaran remedial perlu dipilih strategi dan langkah-langkah yang tepat setelah terlebih dahulu diadakan diagnosis terhadap kesulitan belajar yang dialami peserta didik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;Sehubungan dengan hal-hal tersebut, satuan pendidikan perlu menyusun rencana sistematis pemberian pembelajaran remedial untuk membantu mengatasi kesulitan belajar peserta didik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Memberikan layanan optimal kepada siswa melalui proses pembelajaran remedial. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Terlaksananya konsep belajar tuntas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;C.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Konsep remedial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditetapkan. Untuk memahami konsep penyelenggaraan model pembelajaran remedial, terlebih dahulu perlu diperhatikan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diberlakukan berdasarkan Permendiknas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;22, 23, 24 Tahun 2006 dan &lt;span style="color:black;"&gt;Permendiknas No. 6 Tahun 2007&lt;/span&gt; menerapkan sistem pembelajaran berbasis kompetensi, sistem belajar tuntas, dan sistem pembelajaran yang memperhatikan perbedaan individual peserta didik. Sistem dimaksud ditandai dengan dirumuskannya secara jelas standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik. Penguasaan SK dan KD setiap peserta didik diukur menggunakan sistem penilaian acuan kriteria. Jika seorang peserta didik mencapai standar tertentu maka peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, dimulai dari penilaian kemampuan awal peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari. Kemudian dilaksanakan pembelajaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menggunakan berbagai metode seperti ceramah, demonstrasi, pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dsb. Melengkapi metode pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset audio, slide, video, komputer, multimedia, dsb. Di tengah pelaksanaan pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, diadakan penilaian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;proses&lt;/span&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah atau sedang dipelajari. Pada akhir program pembelajaran, diadakan penilaian yang lebih formal berupa &lt;span style="color:black;"&gt;ulangan harian&lt;/span&gt;. &lt;span style="color:black;"&gt;Ulangan harian&lt;/span&gt; dimaksudkan untuk menentukan tingkat pencapaian belajar peserta didik, apakah seorang peserta didik gagal atau berhasil mencapai tingkat penguasaan tertentu yang telah dirumuskan pada saat pembelajaran direncanakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Apabila dijumpai adanya peserta didik yang tidak mencapai penguasaan kompetensi yang telah ditentukan, maka muncul permasalahan mengenai apa yang harus dilakukan oleh pendidik. Salah satu tindakan yang diperlukan adalah pemberian program pembelajaran remedial atau perbaikan. Dengan kata lain, remedial diperlukan bagi peserta didik yang belum mencapai kemampuan minimal yang ditetapkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Pemberian program pembelajaran remedial didasarkan atas latar belakang bahwa pendidik perlu memperhatikan perbedaan individual peserta didik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Dengan diberikannya pembelajaran remedial bagi peserta didik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang belum mencapai tingkat ketuntasan belajar, maka peserta didik ini memerlukan waktu lebih lama daripada mereka yang telah mencapai tingkat penguasaan. Mereka juga perlu menempuh penilaian kembali setelah mendapatkan program pembelajaran remedial.&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;D. Prinsip Pembelajaran Remedial&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Pembelajaran remedial merupakan pemberian perlakuan khusus terhadap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peserta didik yang mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya. Hambatan yang terjadi dapat berupa kurangnya pengetahuan dan keterampilan prasyarat atau lambat dalam mecapai kompetensi. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Adaptif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;Setiap peserta didik memiliki keunikan sendiri-sendiri. Oleh karena itu program pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecepatan, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing. Dengan kata lain, pembelajaran remedial harus mengakomodasi perbedaan individual peserta didik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Interaktif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk secara intensif berinteraksi dengan pendidik dan sumber belajar yang tersedia. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa kegiatan belajar peserta didik yang bersifat perbaikan perlu selalu mendapatkan monitoring dan pengawasan agar diketahui kemajuan belajarnya. Jika dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan segera diberikan bantuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Fleksibilitas dalam Metode Pembelajaran dan Penilaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Sejalan dengan sifat keunikan dan kesulitan belajar peserta didik yang berbeda-beda, maka dalam pembelajaran remedial perlu digunakan berbagai metode mengajar dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Pemberian Umpan Balik Sesegera Mungkin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin. Umpan balik dapat bersifat korektif maupun konfirmatif. Dengan sesegera mungkin memberikan umpan balik dapat dihindari kekeliruan belajar yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berlarut-larut yang dialami peserta didik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Kesinambungan dan Ketersediaan dalam Pemberian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pelayanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Program pembelajaran reguler dengan pembelajaran remedial merupakan satu kesatuan, dengan demikian program pembelajaran reguler dengan remedial harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;F. &lt;span style="color:black;"&gt;Bentuk Kegiatan Remedial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Dengan memperhatikan pengertian dan prinsip pembelajaran remedial tersebut, maka pembelajaran remedial dapat diselenggarakan dengan berbagai &lt;span style="color:black;"&gt;kegiatan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);"&gt; &lt;/span&gt;antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;Memberikan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; tambahan penjelasan atau contoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Peserta didik kadang-kadang mengalami kesulitan memahami penyampaian materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang disajikan hanya sekali, apalagi kurang ilustrasi dan contoh. Pemberian tambahan ilustrasi, contoh dan bukan contoh untuk pembelajaran konsep misalnya akan membantu pembentukan konsep pada diri peserta didik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Penggunaan alternatif berbagai &lt;span style="color:black;"&gt;strategi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);"&gt; &lt;/span&gt;pembelajaran akan memungkinkan peserta didik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat mengatasi masalah pembelajaran yang dihadapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Mengkaji ulang pe&lt;span style="color:black;"&gt;mbe&lt;/span&gt;lajaran yang lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Penerapan prinsip pengulangan dalam pembelajaran akan membantu peserta didik menangkap pesan pembelajaran. Pengulangan dapat dilakukan dengan menggunakan metode dan media yang sama atau metode dan media yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Menggunakan berbagai jenis media&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Penggunaan berbagai jenis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;media dapat menarik perhatian peserta didik. Perhatian memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Semakin memperhatikan, hasil belajar akan lebih baik. Namun peserta didik seringkali mengalami kesulitan untuk memperhatikan atau berkonsentrasi dalam waktu yang lama. Agar perhatian peserta didik terkonsentrasi pada materi pelajaran perlu digunakan berbagai media untuk mengendalikan perhatian peserta didik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;G. Pelaksanaan&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Terdapat beberapa alternatif berkenaan dengan waktu atau kapan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembelajaran remedial dilaksanakan. Pertanyaan yang timbul, apakah pembelajaran remedial diberikan pada setiap akhir ulangan harian, mingguan, akhir bulan, tengah semester, atau akhir semester. Ataukah pembelajaran remedial itu diberikan setelah peserta didik mempelajari SK atau KD tertentu? Pembelajaran remedial dapat diberikan setelah peserta didik mempelajari KD tertentu. Namun karena dalam setiap SK terdapat beberapa KD, maka terlalu sulit bagi pendidik untuk melaksanakan pembelajaran remedial setiap selesai mempelajari KD tertentu. Mengingat indikator keberhasilan belajar peserta didik adalah tingkat ketuntasan dalam mencapai SK yang terdiri dari beberapa KD, maka pembelajaran remedial dapat juga diberikan setelah peserta didik menempuh tes SK yang terdiri dari beberapa KD. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa SK merupakan satu kebulatan kemampuan yang terdiri dari beberapa KD. Mereka yang belum mencapai penguasaan SK tertentu perlu mengikuti program pembelajaran remedial. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="NO-BOK"&gt;Waktu penyelenggaraan remedial adalah sore hari di luar jam tatap muka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"   lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-595094708840608711?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/595094708840608711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/09/normal-0-false-false-false.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/595094708840608711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/595094708840608711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/09/normal-0-false-false-false.html' title='Remedi dan Belajar Tuntas'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-7013206988023373211</id><published>2009-09-03T17:31:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T17:34:06.914-07:00</updated><title type='text'>Sportifitas Pelajar</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cict_05%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1649433066; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1126295418 996458126 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Menciptakan Sportifitas Pelajar melalui Perencanaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setiap guru pasti menginginkan peserta didiknya sportif, tidak main curang, dan penuh percaya diri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada saat evaluasi. Namun, kenyataannya banyak siswa tidak sportif saat kegiatan evaluasi dilaksanakan. Mereka melakukan hal-hal yang tercela, seperti: mencontek jawaban teman, membuka-buka buku, membaca contekan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sepandai-pandainya guru mengawasi, masih lebih pandai peserta didik untuk berbuat curang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Masalah di atas merupakan fenomena yang terjadi di dunia pendidikan kita, mulai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Sepintas tampak sepele kelihatannya. Namun, kalau ditelusuri dampaknya sungguh luar biasa. Siswa yang biasa berbuat curang dengan cara mencontek akan berdampak dalam kehidupan sehari-hari. Ia cenderung menghalalkan segala cara demi memenuhi satu tujuan. Di samping itu, siswa yang biasa tidak sportif ini, sulit untuk mandiri dan cenderung kehilangan rasa percaya diri. Tidak berlebihan jika seorang pengamat politik dan anggota ICW mengatakan bahwa korupsi yang dilakukan oleh birokrat sudah diawali saat mereka menjadi pelajar, yaitu kebiasaan mencontek saat ulangan. Kalau 20 % saja dari jumlah pelajar tingkat dasar dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mahasiswa mempunyai kebiasaan mencontek, bagaimana jadinya negeri ini? Koruptor semakin banyak. Rakyat kehilangan inisiatif, percaya diri hilang, negara kita selalu menjadi plagiat. Sungguh mengerikan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berdasarkan fenomena di atas, kiranya tidak berlebihan jika kecurangan-kecurangan pelajar dan mahasiswa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat evaluasi dikategorikan perbuatan kriminal, yakni kriminal di dunia pendidikan. Hanya saja, kriminal ini dampaknya dapat dirasakan setelah sekian lama, tidak langsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kekhawatiran seperti diuraikan di atas dapat dihindari atau paling tidak diminimalisasi. Upaya-upaya apa saja yang dapat ditempuh oleh dunia pendidikan kita untuk menciptakan manusia-manusia yang sportif dan jujur? Dengan pengawasan yang ketat saja tidaklah cukup. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Upaya-upaya menciptakan sportifitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sebelum menjabarkan upaya-upaya yang dapat ditempuh untuk menghindari kecurangan dan tidak sportif di kalangan pelajar dan mahasiswa ini, penulis ingin menyampaikan bahwa permasalahan ini penyebabnya sangat kompleks, bahkan sampai kepada sistem di dunia pendidikan Indonesia. Oleh karena itu, berbagai sudut perlu dijelaskan. Upaya-upaya menciptakan sportifitas itu ialah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menciptakan kurikulum yang berorientasi pada kompetensi dan skill&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Kurikulum merupakan kunci keberhasilan pendidikan di suatu negara. Kurikulum yang berorientasi pada kompetensi dapat menciptakan manusia-manusia yang mampu memecahkan masalah, mandiri, dan terampil mengaplikasikan ilmu dalam rangka memenuhi hidupnya. Kurikulum ini juga mampu menciptakan manusia-manusia yang memiliki kecakapan hidup. Untuk hal ini, kita sudah punya kurikulum yang demikian, yaitu kurikulum 2006 atau KTSP. Hanya saja penjabaran di masing-masing tingkat satuan pendidikan harus betul-betul diorientasikan pada kompetensi, keterampilan, dan aplikasi. Dengan kurikulum ini,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siswa tidak dibebani materi-materi yang bersifat kognitif semata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Kurikulum yang berorientasi pada materi atau kognitif hanya menciptakan manusia-manusia pembeo dan penghafal. Bila suatu saat mereka menemukan masalah, mereka tidak dapat memecahkannya karena di memori hafalannya tidak tercantum. Seseorang yang tidak memiliki daya hafal yang bagus saat evaluasi cenderung berbuat curang, seperti: membuat contekan, mencontoh jawaban teman, dan spekulasi. Akan tetapi, dengan kurikulum yang berorientasi pada kompetensi hal itu tidak akan terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mengubah paradigma dan cara mengajar guru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Guru tradisional biasanya dalam mengajar selalu berorientasi pada materi walaupun kurikulumnya berorientasi pada kompetensi. Guru tradisional adalah aktor utama di kelas, ia merasa dirinya adalah orang paling pandai di kelas. Ia berfungsi sebagai penyalur ilmu pengetahuan yang handal. Namun, semua itu hanya menciptakan siswa-siswa penghafal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Kurikulum yang baik harus didukung pula oleh para guru. Dukungan itu berupa penyesuaian paradigma dan cara mengajar. Guru harus mengubah paradigma lama. Ia bukanlah aktor utama tetapi sutradara yang lihai. Sebagai sutradara, ia dituntut kreatif untuk menciptakan situasi belajar. Selain sebagai sutradara,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia adalah motivator dan fasilitator. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Cara mengajar guru harus berubah. Pada saat kurikulumnya berorientasi pada materi, guru mendominasi KBM dengan metode ceramahnya. Akan tetapi, ketika kurikulumnya berorientasi pada kompetensi, mestinya ia memfokuskan pencapaian kompetensi siswa. Kemampuan apakah yang sudah dimiliki oleh seorang siswa kaitannya dengan sebuah materi itu? Untuk ke arah itu guru perlu membimbing ke arah pencapaian kompetensi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Salah satu cara untuk mempermudah pencapaian kompetensi bagi siswa ialah dengan metode kontekstual.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kontekstual adalah suatu metode penciptaan alam nyata dalam KBM. Kelas diatur sedemikian rupa seperti di alam nyata. Contohnya dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pengajaran demokrasi. Untuk mengajarkan demokrasi, guru perlu menciptakan kegiatan-kegiatan demokrasi praktis di kelas, seperti: mengadakan musyawarah, rapat, atau pemilihan kepala desa. Jadi, bukan teori-teori atau pengetahuan tentang demokrasi saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;3.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menyusun alat evaluasi yang mengukur kompetensi siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Alat evaluasi berupa soal-soal sangat menentukan siswa itu sportif atau tidak. Soal-soal yang bersifat hafalah (kognitif) cenderung menyebabkan siswa tidak kreatif dan terkekang. Oleh karena itu, mereka yang daya hafalnya terbatas,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cenderung akan bermain curang. Bentuk-bentuk kecurangannya antara lain: membuat contekan dan membukanya, mencontek pekerjaan teman, dan bekerja sama dengan teman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Sebaliknya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;soal-soal yang mengukur kompetensi sangat menampung kreatifitas siswa sehingga siswa tidak terkekang dengan hafalannya. Ia cenderung bebas tapi kreatif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Contoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jelaskan      apa yang dimaksud kalimat majemuk bertingkat itu? (berorientasi materi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Buatlah      sebuah kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat menyatakan hubungan      pengandaian! (berorientasi kompetensi) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mengubah paradigma siswa tentang KBM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Paradigma lama tentang KBM bagi siswa ialah siswa duduk dengan manis, mendengarkan penjelasan guru, mencatat, lalu mempelajarainya di rumah. Paradigma ini menanamkan prinsip pada siswa mengenai perolehan kemampuan saat KBM “Apa yang bisa saya catat dari sesorang guru, apa yang diberikan oleh guru”. Mestinya tidak demikian, siswa harus aktif, kreatif, dan inovatif. Biasakan siswa berprinsip saat KBM “apa yang bisa saya perbuat dengan materi itu, apa manfaatnya bagi kehidupan, bagaimana cara mengaplikasikannya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penulis meyakini bahwa paradigma seperti diilustrasikan di atas masih membelenggu para pelajar kita. Mereka dari rumah ingin mendapat catatan yang banyak supaya menjelang ulangan bisa membacanya, lalu mendapat angka ulangan yang memuaskan. Setelah mendapat angka bagus, mereka tidak dapat apa-apa, kecuali angka itu sendiri. Mungkin angka-angka itulah yang akan menemani hidupnya, menjawab tantangan kehidupan yang terus merumit. Apakah itu ilmu pengetahuan?&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;Ditulis Sept. 2008        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-7013206988023373211?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/7013206988023373211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/09/sportifitas-pelajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/7013206988023373211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/7013206988023373211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/09/sportifitas-pelajar.html' title='Sportifitas Pelajar'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-782000906090238154</id><published>2009-09-03T17:27:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T17:30:15.472-07:00</updated><title type='text'>Indonesia Menantang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Indonesia Menantang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Reformasi telah digulirkan dengan sangat berat dengan jalan yang terseok-seok. Ibarat suatu kelahiran adalah kelahiran yang prematur. Sungguh reformasi telah lahir prematur dan bayinya pun tidak sehat, sakit-sakitan, bahkan tidak ada tanda-tanda berkembang. Bayi yang bernama reformasi ini justru jalan di tempat. Banyak tantangan dari keluarga dan tetangga. Kelahilan reformasi tidak diharapkan oleh anggota keluarga yang lain, terutama kakak-kakaknya. Reformasi hanya didukung oleh sedikit adik-adik yang jumlahnya dapat dihitung dengan jari.Reformasi Indonesia telah hambar. Reformasi Indonesia telah menguap. Banyak penentang reformasi, sedikit pendukung. Apalagi tetangga jauhnya selalu mengintai, memata-matai, mendustai, bermulut manis. Di depan seolah teman yang selalu mendukung, tetapi di belakang dengan berbagai cara kekuatannya yang otoriter berusaha mematikan, membunuh, menghancurkan, dan mencerai-beraikan INDONESIA tanpa ampun.&lt;br /&gt;Mulai era tahun 2000-an bangsa Indonesia mulai bertingkah aneh. Di saat reformis mulai berjalan, justru muncul kejadian-kejadian yang menantang dan ditonjolkan di depan mata kita. Para penantang reformasi seperti tikus yang hendak diracun. Ketika racun telah digelar, mereka malah berbondong-bondong mencuri nasi dan lain-lain dari dapur sehingga bukan racun yang dikunyah, melainkan makanan-makanan lezat yang disantap. Ini merupakan analog dari kejadian-kejadian pemberantasan korupsi. Ketika Teten Mazduki dan kawan-kawan melawan koruptor, malah para koruptor semakin banyak mencuri dan jumlahnya semakin banyak, “Masya Allah”. Lebih menggila mereka karena tidak secara sembunyi-sembunyi, tetapi secara kasat mata. Korupsi hampir menjadi kegiatan yang meimbulkan kecemburuan. Orang yang tidak melakukan korupsi lalu cemburu dan ia ingin melakukan. Akhirnya, hampir semua lini dipenuhi kejadian korupsi. Pejabat, penegak hukum, pelaksana hukum tergiur untuk korupsi karena cemburu. Kecemburuan juga terjadi pada rakyat kelas bawah. Perhatian saja saat pilihan kepala desa misalnya, “wong ndeso” ini enggan mencoblos kalau tidak dikasih uang atau nasi dari calon atau panitia. Wabah korupsi, kolusi, dan nepotisme telah menjamur sampai masyarakat lini bawah. Gaya korupsi yang sedang klimaks adalah korupsi kolektif atau korupsi rombongan yang dilakukan legislatif. Belum korupsi yang dilakukan lintas departemen yang semua membentuk mata rantai yang sulit dirunut. Anehnya lagi, korupsi kok terjadi di legislatif. Banyak anggota legislatif tidak tahu dan tidak sadar telah melakukan korupsi. Konon, siapa ujungnya dan siapa pangkalnya tida jelas, susah diteropong dengan mata. Suatu saat tiba-tiba anggota legislatif dikejutkan dengan pemberian amplop yang tidak jelas sumbernya. Yang tahu sumbernya hanya beberapa orang saja, tapi mereka bungkam dan menguburnya dalam-dalam. Amplop-amplop yang bertebaran di ruang legislatif seperti turun dari langit begitu saja. Sebenarnya, itu uang-uang hasil korupsi atau kejahatan yang digunakan untuk tutup mulut para anggota legislatif. Kalau begitu, mereka tanpa sadar mulutnya telah disumpal oleh siluman-siluman berhati bejat&lt;br /&gt;Keanehan berikutnya terjadi pada rakyat jelata, rakyat pecinta hal-hal seronok. Aneh, ketika sekelompok orang peduli moral dan sosial menantang pornografi dan pornoaksi, semakin marak pornoaksi di sekitar kita. Lihat saja pemberitaan kasus-kasus tentang goyang dangdut, betapa maraknya. Pasca pengesahan UU Pornografi dan Pornoaksi, kegiatan yang berbau porno bukannya reda atau berkurang, melainkan semakin merajalela, meningkat, dan celakanya lagi semakin berani. Lihat kasus di panggung organ tunggal di Ternate, Cirebon, dan lain-lain. Kenjludrahan penyanyi dangdut amatiran sudah tidak bisa ditoleransi, karena mereka bersaru ria di depan mata anak-anak di bawah umur.   Itu semua hanya demi saweran.&lt;br /&gt;Kasus goyang erotis di depan publik disponsori oleh Inul Daratista. Saat itu keanehan pun terjadi. Di saat goyang yang bikin heboh itu dtentang oleh sejumlah orang mulia, seorang kyai memimpin untuk mendukung keerotisan di mata umum. Kalau yang mendukung itu orang-orang abangan dapat dimaklumi mereka, tetapi kali ini yang mendukung adalah seorang Romo Kyai panutan se-Jawa. Aneh kan! Di mana pertimbangan akhiratnya. Sekulerkah kita?&lt;br /&gt;Keanehan berikutnya, ketika pemerintah baru sadar untuk menyatukan umat yang berbeda-beda keyakinan, perang lintas agama terjadi, muncul aliran-aliran sesat. Zaman sudah sore begini ada orang yang berikrar bahwa dirinya nabi penerus Muhammad. Edan kan zaman ini?&lt;br /&gt;     Ditulis tgl 10 Agustus 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-782000906090238154?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/782000906090238154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/09/indonesia-menantang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/782000906090238154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/782000906090238154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/09/indonesia-menantang.html' title='Indonesia Menantang'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-8809619970349942289</id><published>2009-09-03T17:15:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T17:26:57.168-07:00</updated><title type='text'>Lo Ama Gue</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cict_05%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lo Ama Gue&lt;/span&gt; Juga Bahasaku &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pengajaran bahasa &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; bertujuan melestarikan bahasa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Bahasa Indonesia yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang berbagai ragam itu. Dalam perjalanannya ternyata terjadi salah tafsir. Para siswa menafsirkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa ragam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang kaku dan banyak persyaratan. Padahal, kenyataan bukan hanya itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bahasa Indonesia kaya akan ragam. Karena keanekaragaman inilah tercipta filsafat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar&lt;/span&gt;. Akan tetapi, dengan filsafat ini pun masih banyak penutur bahasa – termasuk siswa sekolah-&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;salah menafsirkan. Lagi-lagi filsafat ini diterjemahkan menjadi bahasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Dari beberapa studi tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa itu bahasa Indonesia yang baik dan benar&lt;/span&gt;? Jawabnya adalah bahasa &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; yang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bahasa Indonesia &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; merupakan bagian dari bahasa Indonesia yang baik dan benar. Seseorang harus tahu kapan ia harus berbahasa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dan kapan pula ia tidak harus menggunakannya. Bila penutur bahasa sudah bisa berpikir dan bertindak seperti ini, filsafat bahasa Indonesia yang baik dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;benar sudah dapat diresapi oleh mereka. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Pemahaman bahasa Indonesia yang baik dan benar memperluas wawasan kebahasaan penutur. Dengan pemahaman yang mendalam, para penutur bahasa akan menerima &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lo ama gue&lt;/span&gt; sebagai kekayaan bahasa. Juga, tuturan-tuturan remaja di berbagai sinetron tidak dikatakan merusak bahasa. &lt;/span&gt;Justru, memperkaya bahasa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-8809619970349942289?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/8809619970349942289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/09/lo-ama-gue.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/8809619970349942289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/8809619970349942289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/09/lo-ama-gue.html' title='Lo Ama Gue'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-8536241296006521607</id><published>2009-05-26T23:47:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T00:31:32.712-07:00</updated><title type='text'>Kampanye Capres Saling Membunuh</title><content type='html'>Pemilu untuk menentukan presiden dan wakil presiden sudah semakin dekat. Pasangan capres dan cawapres sudah resmi dan deklarasi pun sudah diikrarkan. Gilirannya, bendera start kampanye pun sudah dikibarkan. Entah secara resmi entah tidak, kampanye menuju kursi presiden sudah bergema. Terutama, di televisi-televisi swasta. Kalau nonton televisi, cobalah sekali-kali Anda tonton iklan, terutama iklan dari LSM-LSM yang membawa bendera dari capres dan cawapres. Sangat menggelikan iklan-iklan itu. Tak ubahnya seperti anak-anak yang baru bisa berbicara, mereka saling mengejek, menjelek-jelekkan lawannya. Lucunya, ada yang memanfaatkan musibah-musibah alam untuk memukul lawan. Barangkali yang ini sudah lepas dari unsur pembicaraan makhluk yang beriman. Sebagai makhluk yang beriman tentunya tidaklah demikian. Musibah dan bencana harus disikapi dengan arif menggunakan unsur keimanan, bukan dengan emosi semata apalagi menumpukan penyebab pada seseorang atau sekelompok orang. Sangatlah gegabah iklan sepeti itu, karena dapat membangkitkan permusuhan. Paling tidak, membangkitkan amarah dan kecongkakan dari keduanya.&lt;br /&gt;Televisi memang media yang ampuh untuk kampanye, tetapi semestinya isi kampanye tersebut dipertimbangkan dengan baik dan dewasa. Ketidakmutuan isi iklan kampanye ternyata juga dapat memetikan diri. Orang sekarang sudah pandai menyimak kiprah para capres dan cawapres. Objektivitas masyarakat kita semakin baik. Partai bukanlah satu-satunya kendaraan. Mereka dapat meninggalkan kendaraan partai dalam menentukan capres dan cawapresnya. Dapat saja seseorang berpartai X memilih capres dan cawapres dari partai Y. Hal ini sangat mungkin terjadi pada pemilu capres dan cawapres Juli 2009 nanti. Kemutuan, kesantunan dan kedewasaan berkampanye lebih menjadi pertimbangan anak negeri untuk memilih pemimpinnya. EQ dan SQ yang berkualitas dari capres dan cawapres tercermin pada kampanye-kampanye yang disampaikan, termasuk di dalamnya iklan kampanye di televisi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-8536241296006521607?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/8536241296006521607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/05/kampanye-capres-saling-membunuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/8536241296006521607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/8536241296006521607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/05/kampanye-capres-saling-membunuh.html' title='Kampanye Capres Saling Membunuh'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-317533383708043745</id><published>2009-05-04T20:27:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T20:59:50.294-07:00</updated><title type='text'>Membeli Jabatan</title><content type='html'>Menjadi pemimpin adalah menjadi orang yang siap berlaku adil, amanah, dan teladan. Menjadi pemimpin pada era sekarang sangatlah berat. Seorang pemimpin yang pandai, cakap, dapat menjadi teladan, kadang tidak dirasa cukup oleh masyarakat. Sebaliknya, ada orang yang kurang cakap, pola hidupnya kurang bisa diteladani, dianggap bagus untuk pemimpin. Masyarakat kita menjadi susah ditebak apa maunya.&lt;br /&gt;Pemimpin adalah amanah. Oleh karena itu, dalam suksesinya harus dipertimbangkan kadar keamanahannya. Namun, kenyataannya banyak calon pemimpin yang tidak bisa mengoreksi diri, apakah dirinya pantas menjadi pemimpin atau tidak. Bahkan, orang-orang yang berduit dapat dengan mudah menentukan dirinya pantas memimpin. Faktor pertimbangannya adalah uang. Padahal, bila seseorang ingin menjadi pemimpin lantas mereka menggunakan kekayaannya untuk mewujudkan keinginannya itu, sama saja mereka membeli jabatan.  Contoh konkret dari kasus ini adalah "caleg". Banyak caleg yang karena kekayaannya menganggap dirinya pantas untuk duduk di lembaga legislatif.&lt;br /&gt;Jabatan tidak dapat dibeli, karena setan akan selalu mengikuti dalam jabatan itu. Kelak, jabatan yang diperoleh dengan cara "beli" akan selalu menimbulkan masalah, tidak saja bagi dirinya, tetapi bagi umat. Seyogyanya, promosi jabatan atau proses apa saja yang dapat mencetak pemimpin atau pejabat dibuat oleh orang atau lembaga yang amanah. Bila demikian, insyaallah akan tercetak pemimpin dan pejabat yang amanah yang dapat menjalankan tugas tanpa diiringi setan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-317533383708043745?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/317533383708043745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/05/membeli-jabatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/317533383708043745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/317533383708043745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/05/membeli-jabatan.html' title='Membeli Jabatan'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-768161197012814876</id><published>2009-05-03T22:10:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T23:04:12.738-07:00</updated><title type='text'>Sekolah Gratis, Enak Ya</title><content type='html'>Tahun 2009 ini pemerintah betul-betul mewujudkan sekolah gratis untuk SD dan SMP negeri. Tentunya tekad ini disambut gembira oleh masyarakat. Pelaksanaan program ini sebagai konsekuensi program wajar dikdas 9 tahun. Iklan sekolah gratis sudah diputar setiap menit, masyarakat pun sudah mengetahuinya. Di balik ini semua ada ketakutan di kalangan yayasan pengelola sekolah swasta, baik SD maupun SMP. Mereka miris dengan masa depan, jangan-jangan sekolah swasta akan gulung tikar. Bagaimana mensikapinya?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, sebenarnya sekolah gratis untuk SD dan SMP negeri justru nilai plus untuk sekolah swasta. Sekolah swasta diberi kesempatan seluas-luasnya untuk meningkatkan diri dengan cara berkompetisi  kualitas dengan sekolah negeri. Masyarakat kita sudah berorientasi pada kualitas. Jadi, sekolah mana yang berkualitas itulah yang dipilih, walaupun mereka harus membayar. Saat ini masyarakat kita sudah berpikir realistis. Mereka berparadigma "mutu tidak gratis". Paradigma inilah yang membuka potensi sekolah swasta untuk mengembangkan diri. Eksistensi dan kualitas sekolah swasta menjadi perhitungan tersendiri bagi masyarakat. Banyak sekolah swasta menjadi incaran masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya. Pertimbangannya sederhana, yaitu kualitas. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, sekolah negeri harus tetap mempertimbangkan kualitas. Mestinya pemikiran "yang pintar gratis, yang bodoh bayar" mulai direnungkan oleh masyarakat dan institusi pendidikan kita, kalau mau peningkatan mutu pendidikan Indonesia signifikan. Sekolah gratis tidak ada artinya kalau output-nya masih rendah atau masih berpikir yang "penting bisa sekolah".  Jangan sampai program sekolah gratis justru menjadi bumerang bagi pemerintah di saat sedang meningkatkan mutu pendidikan. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, sekolah gratis yang tidak menyeluruh dapat melahirkan pola pikir masyarakat modern tentang gengsi dan prestise. Jika anaknya pandai mengapa ia menyekolahkan di sekolah gratis, gengsi dong! Cari saja sekolah swasta yang bonafit. Kalau seperti ini, dimungkinkan ada paradigma sekolah gratis hanya untuk mereka yang tidak mampu dan bodoh.  Apakah sekolah gratis bermaksud seperti itu? Bisa "ya" bisa "tidak", itulah jawabnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-768161197012814876?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/768161197012814876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/05/sekolah-gratis-enak-ya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/768161197012814876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/768161197012814876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/05/sekolah-gratis-enak-ya.html' title='Sekolah Gratis, Enak Ya'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-542030181057043509</id><published>2009-04-22T15:02:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T15:34:59.503-07:00</updated><title type='text'>Kartini Telah Diperalat</title><content type='html'>Tanggal 21 April adalah tanggal untuk melihat perempuan, karena tanggal ini telah ditetapkan sebagai tanggal peringatan Kartini. Kartini adalah perempuan yang hebat di antara segala perempuan saat itu. dia tidak saja cerdas, tetapi juga punya komitmen terhadap perempuan itu sendiri. Prinsip-prinsip tentang perempuan sangatlah sederhana, tetapi tidak murahan, juga tidak over. Keberadaan Kartini  bukanlah suatu kebetulan saja. Konsep dan paradigma Kartini saat itu sungguh spektakuler. Itulah barangkali, Kartini menjadi cerminan perempuan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Beberapa tahun belakangan ini, nama Kartini telah dicatut demi nafsu dan keserakahan perempuan. Penuntutan kesamaan hak perempuan dengan laki-laki yang kelewat batas telah menciptakan "kartini yang kekartonoan".  Kartini versi baru telah lahir, yakni Kartini yang berani menghardik lelaki, Kartini yang tidak punya prinsip, Kartini yang justru melecehkan perempuan itu sendiri, dan yang paling menakutkan adalah Kartini yang melawan kodrat.&lt;br /&gt;Kartini telah dieksploitasi oleh perempuan. Kartini telah diperalat oleh perempuan. Berdalih kartini demi memenuhi egonya, demi nafsunya, dan demi iblis yang bersemayam di tubuh perempuan. Kartini kini telah terkoyak dan bias. Sungguh kasihan Kartini yang telah membukakan kran kemerdekaan bagi perempuan. Sungguh kasihan Kartiniku, engkau telah diperalat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-542030181057043509?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/542030181057043509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/04/kartini-telah-diperalat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/542030181057043509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/542030181057043509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/04/kartini-telah-diperalat.html' title='Kartini Telah Diperalat'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-8069147060032025789</id><published>2009-04-22T06:49:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T07:30:45.046-07:00</updated><title type='text'>UN Sebuah Penggeneralisasian Kompetensi</title><content type='html'>Ujian Nasional dilaksanakan tiap tahun dengan pola yang sama. Yang dimaksud pola yang sama, yakni jenis soal untuk tingkat sekolah tertentu selalu seragam. Begitu pula, standar kelulusan pun sama untuk jenjang pendidikan tertentu. Contoh, soal tingkat SMA, baik negeri - swasta; sekolah kota - sekolah pinggiran; sekolah favorit - sekolah nonfavorit, sama saja. Demikian pula, standar kelulusannya sama, yakni 5,5. Akibtanya, pro dan kontra tentang hal itu pun selalu bermunculan. Puas dan tidak puas pun selalu terlontar.&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan, memang soal dan standar kelulusan sudah dibuat rerata dari kelompok sekolah di atas. Akan tetapi, kalau dipetakan satu per satu, terasa tidak adil. Sekolah favorit atau unggulan akan merasa sangat ringan jika hanya mencapai standar tersebut, sedangkan sekolah pinggiran atau "sekolah saringan" akan sangat kerepotan untuk mencapai standar tersebut. Titik temu standar kelulusan itu dirasa tidaklah adil, karena tidak mengukur, tidak menempatkan sesuatu sesuai porsinya seperti prinsip keadilan. Soal dan standar kelulusan adalah sebuah hasil penggeneralisasian pendidikan.&lt;br /&gt;Lalu, apa solusi yang ditawarkan? Ditawarkan tidak harus dibeli, tapi harus ditawar lagi. Pertama, alangkah indahnya kalau diadakan pemetaan sekolah dalam rangka untuk menentukan kelompok sekolah. Misalnya, sekolah kategori sangat baik, baik, sedang, dan kurang, atau tipe A, B, C, dan D. Kedua, ada soal UN dan standar kelulusan untuk masing-masing tipe sekolah. Berdasarkan hasil UN tersebut, sekolah-sekolah ini dapat naik tipe atau turun tipe. Dengan demikian, mereka akan berkompetisi dengan cantik tanpa rasa tertekan. Kalau masih digeneralisasikan seperti sekarang, pasti ada perasaan yang berbeda, yakni rasa "enteng" dan "berat".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-8069147060032025789?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/8069147060032025789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/04/un-sebuah-penggeneralisasian-kompetensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/8069147060032025789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/8069147060032025789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/04/un-sebuah-penggeneralisasian-kompetensi.html' title='UN Sebuah Penggeneralisasian Kompetensi'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-4282688880564607936</id><published>2009-03-22T22:19:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T23:01:10.616-07:00</updated><title type='text'>Generasi Posmomotor</title><content type='html'>Perkembangan iptek pada kendaraan telah melahirkan mode-mode kendaraan yang semakin cantik. Setiap tahun selalu muncul mode terbaru di dunia kendaraan, entah roda dua atau pun roda empat. Begitu cepatnya kecanggihan mode berubah. Sepeda motor produksi 2008 sudah tidak canggih lagi, karena mode motor terbaru sudah diproduksi. Demikian pula, mode terbaru ini akan hengkang dalam sekejap mata karena sudah ada mode yang lain yang siap diluncurkan. Begitulah, mode selalu berganti. Frekuensi perubahan mode yang cepat ini justru telah melahirkan generasi yang tidak puas dengan mode mana pun.  Banyak remaja yang entah karena apa merasa tidak puas dengan mode motor keluaran pabrik, lantas mereka memodifikasinya. Padahal, sepeda motornya keluaran terbaru yang jelas modenya terbaru juga. Langkah memodifikasi motor ini banyak latar belakangnya, yang utama adalah si pemilik ingin motornya terlihat nyentrik, lain dengan yang lain. Untuk mencurahkan ekspresinya pada kendaraan, kadang seseorang menjadi tidak  bernalar. Contohnya, tinggi kendaraan yang sudah diprogram sedemikian rupa harus disimpangkan dengan cara mengganti roda yang ukuran lebih kecil sehingga motor tampak ndeprok. Lantas, ketika dipakai di jalan yang terdapat tanggul (polisi tidur), harus digotong. Ini salah satu contoh modifikasi yang keluar dari nalar. Ilustrasi di atas merupakan salah satu gejala posmo. Terlepas dari apakah penentangannya terhadap mode menjadi lebih baik, maupun menjadi tidak baik dan mengesampingkan sisi logika.  &lt;br /&gt;Ketidakpuasan terhadap sesuatu yang sudah mapan ini memang kadang melahirkan sesuatu yang jauh dari logika. Modifikan lebih mempertimbangkan kepada unsur seni dan estetika semata. Unsur yang primer kadang ditinggalkan. Motor menjadi tidak bermanfaat setelah dimodifikasi. Barang ini hanya layak menjadi tontonan yang mestinya hanya dipajang di etalase saja. &lt;br /&gt;Perpaduan unsur estetika dan fungsi primer dari kendaraan mestinya menjadi petimbangan dalam memodifikasi, sehingga tujuan semula dari pabrik dapat tetap terlaksana. Anehnya, ketika pabrik pun mencoba mencipta kendaraan yang mengikuti selera modifikan, tidaklah populer, tidak laku. Selera modifikan memang unik, tak bisa direkam begitu saja lantas ditiru oleh pabrikan. &lt;br /&gt;Gejala posmomotor ini telah melahirkan seniman-seniman bengkel yang berpikir dua kali lipat dari perancang-perancang di pabrikan. Perancang motor pabrikan mempertimbangkan sedikit estetika, tetapi melebihkan fungsi primernya. Sedangkan, modifikan mendominasi pertimbangannya pada estetika, sehingga kadang unsur primer terlupakan. Mestinya, modifikan harus lebih ektra mempertimbangkan keduanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-4282688880564607936?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/4282688880564607936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/03/generasi-posmomotor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/4282688880564607936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/4282688880564607936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/03/generasi-posmomotor.html' title='Generasi Posmomotor'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-5281101372290356725</id><published>2009-03-22T21:11:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T21:56:51.444-07:00</updated><title type='text'>Kesibukan Baru Masyarakat Kita</title><content type='html'>Waktu terasa begitu menyebalkan ketika saya sedang menunggu isteri berbelanja di pasar. Daripada bengong, di tempat parkir yang berada di tepi jalan, saya perhatikan setiap pengendara dan pengemudi yang lewat. Barangkali saja, ada wajah yang saya kenal sedang melintas. Asyik juga kesibukan itu. Dari pengamatan tak terprogram itu, saya mendapatkan sesuatu yang  cukup mengesankan. Apakah itu?&lt;br /&gt;Selama setengah jam memperhatikan pengendara yang melintas di depan pasar, saya terbayang tayangan televisi tentang kesibukan masyarakat di Tokyo. Begitu sibuknya pengendara sepeda motor di kota saya. Sambil mengendara, banyak di antara mereka ber-SMS di ponselnya. Mata, perhatian, konsentrasinya di bagi dua. Di satu sisi harus menyetir kendaraan, di sisi yang lain mengetik SMS. Seolah tak menghiraukan hiruk pikuknya jalanan. Jangankan peduli sekeliling, keselamatan diri saja barangkali tak terpikirkan.  Mereka seperti terhipnotis oleh SMS yang masuk, lantas harus dijawabnya seketika itu. Sayang, saya tidak mencatat berapa pengendara yang seperti itu dari sekian pengendara yang melintas saat itu. Yang jelas saya hanya bergeneralisasi bahwa pengendara yang "sibuk" itu cukup banyak. Fenomena ini tidak hanya terjadi di temnpat itu pada saat itu. Ternyata, setiap kali saya berkendara, saya selalu menjumpai "makhluk sibuk" seperti itu. Pemandangan tentang pengendara "sibuk" itu mengingatkan saya kepada tayangan televisi di Tokyo tadi. &lt;br /&gt;Multitasking sudah mewabah di masyarakat kita. Multitasking bukan tanpa risiko. Kalau kedua aktifitas dapat dijalankan dengan baik, bartangkali multitasking dapat berakhir dengan sukses. Akan tetapi, perlu dipikirkan dampak bagi pihak lain. Risiko kecelakaan ketika berkendara sambil SMS tidak terjadi, tetapi pengendara lain mungkin merasa terganggu kenyamanannya karena "pengendara sibuk" tidak berjalan dengan sempurna, terlalu ke tengah dan terlalu lambat. Susah untuk didahului. Itulah risiko sampingannya. Tidak terjadi pada pelaku, tetapi pada korban.&lt;br /&gt;Orang hebat di tengah jalan itu tidak saja remaja, dijumpai pula orang-orang tua yang mestinya sudah banyak pertimbangan. Korban akibat "merasa hebat" itu sebenarnya sudah cukup banyak. Multitasking telah dibayar dengan raga dan nyawa. Akan tetapi, pemandangan tentang pengendara yang melakukan multitasking selalu saja ada. Barangkali mereka merasa tak ada waktu lagi. Padahal, kalau mau berpikir positif tidak melakukan atau menunda membalas SMS saat berkendara tidak akan merugikan sedikit pun. Berentilah sejenak dan luangkan waktu untuk membaca dan membalas SMS, baru melanjutkan perjalanan. Lima menit sangat berarti untuk memproteksi diri dari ancaman maut. Renungkanlah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-5281101372290356725?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/5281101372290356725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/03/kesibukan-baru-masyarakat-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/5281101372290356725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/5281101372290356725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/03/kesibukan-baru-masyarakat-kita.html' title='Kesibukan Baru Masyarakat Kita'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-5433338613256599993</id><published>2009-03-16T00:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T01:42:10.403-07:00</updated><title type='text'>Nikah Siri, Cara Nikah Jadul</title><content type='html'>Istilah nikah siri sebenarnya muncul setelah pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Tanggal 2 Januari 2974 adalah penetapan berlakunya undang-undang tersebut. Setelah diberlakukannya undang-undang tersebut, istilah nikah siri mulai populer.  &lt;br /&gt;Orang tua kita yang menikah sebelum adanya undang-undang tersebut, riwayat pernikahannya tidak terdokumentasi atau tidak tercatat di Kantor Urusan Agama.  Secara agamis  pernikahan itu sudah memenuhi persayaratan.  Mereka menikah sesuai syarat rukunnya, yaitu di bawah penghulu atau kyai, ada wali, ada saksi, ada mas kawin, dan (mungkin) dicatat oleh penghulu atau kyai tersebut. Namun, satu hal yang belum dilakukan saat itu, yaitu melaporkan dan mendokumentasikan.  Wajarlah apabila orang-orang jadul tidak mempunyai surat kawin. Mereka kalau dimintai bukti pernikahan tidak dapat menunjukkannya. Secara de facto sudah menikah, tetapi de yure tidak dapat dipenuhi.   &lt;br /&gt;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nikah siri adalah pernikahan yang hanya disaksikan oleh seorang modin dan saksi, tidak melalui Kantor Urusan Agama. Menghubungkan makna nikah siri dengan keadaan nikah jaman sebelum Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 diterbitkan, kiranya tidaklah berlebihan jika saya mengansumsikan bahwa nikah siri identik dengan nikah jadul, yaitu sebelum ada undang-undang perkawinan. Otomatis ketika ada seseorang yang menikah dengan tidak sesuai pasal 2 ayat 2  UU Nomor 1 Tahun 1974, diidentifikasikanlah sebagai nikah siri. Bedanya, adalah dicatat atau tidak di Kantor Urusan Agama. Kalau sebuah pernikahan sampai dicatat di Kantor Urusan Agama, pernikahanannya tidak dogolongkan ke nikah siri. Sebaliknya, sebuah pernikahan tidak sampai terekam oleh Kantor Urusan Agama, pelaku nikah digolongkan melakukan nikah siri. &lt;br /&gt;Zaman sekarang nikah siri biasanya dilakukan karena keterpaksaan oleh  keadaan  yang tidak beres, tetapi mengejar target terlepas dari koridor perzinaan. Pelaku nikah siri merasa lega karena istilah zina tidak akan menghantui lagi. Satu pokok pertimbangan itulah yang kadang menutup pertimbangan-pertimbangan yang lain. Seandainya dua makhluk yang akan melangsungkan pernikahan itu beres, pastilah mereka akan menempuh nikah yang sesuai UU.&lt;br /&gt;Sebenarnya, di balik nikah siri ada ancaman bagi perempuan. Kalau perempuan mau berpikir jernih dan berorientasi ke depan, pastilah dia tidak mau diajak nikah siri oleh pasangannya. Ini dikarenakan tidak saja kehilangan hak-haknya sebagai seorang isteri, tetapi juga dianggap sebagai gundik atau simpanan oleh masyarakat. Hanya saja, nasibnya lebih sedikit mujur dari gundik. Ancaman lain, awas suatu saat "habis manis sepah dibuang". Sekarang, nikah siri tidaklah lazim. &lt;br /&gt;Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 diimplementasikan sebagai sebuah pencerah, sebagai tanda bangsa yang beradab, sebagai pengayom derajat perempuan, pengendali untuk kaum laki-laki agar menghargai perempuan sebagai mitra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-5433338613256599993?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/5433338613256599993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/03/nikah-siri-cara-nikah-jadul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/5433338613256599993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/5433338613256599993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/03/nikah-siri-cara-nikah-jadul.html' title='Nikah Siri, Cara Nikah Jadul'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-1620645969809456855</id><published>2009-03-12T01:03:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T01:57:20.153-07:00</updated><title type='text'>Memilih Caleg</title><content type='html'>Pemilu sudah dekat. Baliho, spanduk, umbul-umbul, stiker, dan media yang memuat simbol partai dan caleg sudah sangat semarak. Hampir di sepanjang jalan, entah jalan raya atau jalan kecil, bahkan jalan setapak terpasang gambar partai dan calegnya. Maraknya foto-foto caleg yang terpasang di pinggir-pinggir jalan menandakan minat masyarakat terhadap legislatif sangat tinggi. Kalau diamati secara cermat, para caleg yang terpasang di papan-papan reklame itu rata-rata berpendidikan strata satu (S1). wajah-wajah mereka muncul dengan tiba-tiba. Ada wajah yang sudah akrab di benak kita, tetapi ada wajah yang sangat asing di lingkungannya. Wajah yang asing inilah barangkali seorang ibu rumah tangga yang hari-harinya sibuk di rumah atau orang pribumi yang merantau tiba-tiba ingin membangun tanah tumpah darahnya. Bahkan, konon ada caleg yang memang sangat terasing dari dunianya, karena Beliau berasal dari dunia luar dapil. &lt;br /&gt;Rupanya fenomena tingginya minat masyarakat untuk menjadi legislatif ini harus disikapi dengan selektif. Keinginan itu sah-sah saja. Akan tetapi, seleksi alamlah yang akan berbicara. Banyaknya caleg ini berdampak  membingungkan pemilih dalam menentukan pilihannya. Apa lagi, mereka yang tidak mengenal satu pun wajah caleg yang terpampang di pinggir-pinggir jalan. Ada orang yang fanatik dengan partai, tetapi tidak ada caleg yang selera untuk dipilih. Sebaliknya, ada orang yang fanatik atau menaruh minat pada figur tertentu, tetapi setelah mengetahui partainya, dia menjadi tidak bersemangat karena dia alergi dengan partai tersebut. Rupanya memilih caleg merupakan suatu keharusan. Lalu, bagaimana menyikapinya?&lt;br /&gt;Berikut ada beberapa tips memilih caleg.&lt;br /&gt;Pertama, kalau ada saudara dekat Anda yang menjadi caleg, jangan ragu-ragu pilihlah dia apa pun partainya, karena dampak positif akan lebih banyak; Kedua, pilihlah caleg yang dicalonkan oleh partai, bukan sebaliknya caleg yang melamar ke partai. Ini berarti, Anda harus mengetahui partai-partai mana yang memilih caleg. Ketiga, pilihlah caleg yang Anda kenal, bukan asal centang. Oleh karena itu, kenalilah para caleg dari segala aspek. Keempat, pilihlah caleg yang berasal dari daerahnya.&lt;br /&gt;Itulah beberapa tips untuk memilih caleg walaupun masih banyak tips yang dapat dipertimbangkan. Setelah Anda memilih caleg dan yang dipilih berhasil duduk di legislatif, janganlah meminta sesuatu darinya. Anda cukup mengontrol aktivitasnya di legislatif. Apakah Yang Terhormat dapat mengemban amanah atau sekedar mencari pekerjaan untuk mendapatkan gaji yang empuk. Janganlah melepaskan sedetik pun mata Anda terhadap sepak terjang Yang Terhormat. Kalau Yang Terhormat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mencla-mencle&lt;/span&gt;, Anda jangan segan-segan untuk mengangkat senjata, bunyikan genderang perang melawan ke-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;mencla-menclean&lt;/span&gt; generasi bangsa yang sudah diberi amanah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-1620645969809456855?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/1620645969809456855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/03/memilih-caleg.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/1620645969809456855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/1620645969809456855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/03/memilih-caleg.html' title='Memilih Caleg'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-6932483560261643370</id><published>2009-03-11T01:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-11T01:53:18.045-07:00</updated><title type='text'>Menjadi Guru Profesional Sangat Berat</title><content type='html'>Suatu saat saya merasa kewalahan untuk mengoreksi pekerjaan siswa. Target waktu yang saya tetapkan menjadi molor. Bayangkan saja, saat itu saya mengoreksi pekerjaan 264 siswa. Jenis tugas yang saya koreksi adalah bentuk uraian berupa karangan singkat dalam bentuk paragraf. Ada 4 aspek yang harus harus saya nilai, yaitu isi, bahasa,koherensi, dan ejaan. Satu pekerjaan siswa membutuhkan waktu tujuh menit. Kegiatan ini saya lakukan ketika ada waktu luang, istirahat atau pas tidak ada jam mengajar. Berapa waktu yang harus saya luangkan untuk mengoreksi semua pekerjaan siswa? Padahal, saya mengajar 28 jam per minggu. Waktu istirahat di sekolah hanya 11 X 15 menit per minggu. Waktu tidak mengajar hanya 10 X 45 menit per minggu. &lt;br /&gt;Belum selesai mengoreksi satu jenis pekerjaan siswa, pekerjaan koreksi yang lain sudah menunggu. Begitu juga, pekerjaan-pekerjaan tambahan yang dibebankan kepada saya. Belum pekerjaan wajib berupa penyusunan perangkat pembelajaran, penyusunan laporan hasil penilaian, analisis, remedial. &lt;br /&gt;Situasi kadang menjadi tidak ideal. Kadang-kadang ada yang menjadi korban. Entah tugas yang tidak dikoreksi atau pembuatan perangkat yang terbengkalai atau tugas tambahan yang dikerjakan secara borongan. Kadang menjadi seperti sok sibuk, tidak ada waktu untuk tetangga, waktu untuk bercengkerama dengan keluarga berkurang. Kapan belajarnya? Kapan berinternetnya? Kapan ngeblognya? Tuntutan di satu sisi keprofesionalan kadang terabaikan. Ataukah ini menjadi bagian dari unsur profesionalitas?&lt;br /&gt;Ketidakidealan ini membuat saya jadi berpikir, lalu berandai-andai, berkonsep-konsep, beridealis. Idealisnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pertama, jam mengajar seorang guru SMA adalah 24 jam per minggu itu ideal. Kedua, jumlah siswa per kelas adalah 32, ini sesuai SNP dan mendukung program SMK-isasi Diknas. Ketiga, guru jangan dilibatkan dengan tugas tambahan yang berat, seperti bendahara. Jika ide ini diterapkan, insyaAllah tugas persiapan, pelaksanaan, penilaian, dan tuntutan dalam rangka keprofesionalan dapat dipenuhi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-6932483560261643370?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/6932483560261643370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/03/menjadi-guru-profesional-sangat-berat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/6932483560261643370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/6932483560261643370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/03/menjadi-guru-profesional-sangat-berat.html' title='Menjadi Guru Profesional Sangat Berat'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-3731412532420077661</id><published>2009-03-04T23:03:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T00:16:12.821-08:00</updated><title type='text'>Ponari Itu Media Ujian</title><content type='html'>Nama Ponari menjadi populer secara tiba-tiba. Nama Ponari yang tadinya tidak terlintas di benak bangsa, bahkan di lingkup RT sekalipun, menjadi nama yang pantas diperbincangkan oleh massa. Ponari menjadi buah bibir lantaran watu gludugnya yang konon mampu mensugesti orang-orang yang hampir putus asa menanti kesembuhan dari penyakitnya.&lt;br /&gt;Ponari adalah salah satu maskot dari sekian ratus model penyembuhan penyakit dengan versi nonmedis. Penyembuhan versi Ponari atau yang mendekati versi ini sudah berlangsung sejak berabab-abad yang lalu. Gaya penyembuhan ini menjadi memuncak pada lima tahun belakangan ini. Masyarakat tiba-tiba terbius oleh penyembuhan-penyembuhan ala Ponari, Mak Erot, Gus Muh, Mang Ujang, Mbah Kliwon, dan Mbah-Mbah lainnya. Padahal, ilmu kedokteran semakin canggih. Dokter-dokter juga semakin banyak, ilmunya juga makin canggih. Teknologi kedokteran juga sangat mencengangkan. Tetapi, mengapa ribuan bahkan ratusan ribu orang mengantri untuk disembuhkan hanya dengan air, yang konon melebihi jumlah pasien seorang dokter spesialis? &lt;br /&gt;Ponari adalah titik kulminasi kalau ditinjau dari jumlah pasien. Barangkali belum pernah ada di dunia ini, seorang dukun mempunyai pasien sampai lima ribu per hari. Ponari mampu mensugesti dunia. Ponari mampu mengalihkan sejenak konsentrasi masyarakat dalam mengikuti kasus-kasus korupsi tanah air, pemilu yang membingungkan, dan fenomena bangsa lainnya. Mengapa masyarakat terhipnotis oleh pengobatan atau penyembuhan semacam ini?&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang dapat ditangkap melalui fenomena ini. Pertama, penyakit manusia semakin kompleks. Kedua, perkembangan jenis penyakit lebih cepat dibanding ilmu pengobatan medis. Ketiga, kepercayaan masyarakat kepada dokter atau medis mulai berkurang karena banyak kasus kegagalan penyembuhan secara medis. Keempat, masih banyak warga miskin di sekitar kita. Mereka tidak mampu berobat secara medis. Kelima, ujian bagi umat islam Indonesia. Dengan munculnya Ponari Dukun Cilik dan dukun-dukun lainnya, umat Islam Indonesia diuji mau ke jalan syirik atau Illahi. Tentunya, bagaimana kita menyikapinya. Ponari dan sejenisnya hanya sebagai salah satu media bagi Allah untuk menguji umatnya. Keenam, khusus Ponari adalah peringatan dari Allah yang ke sekian kali bagi Jawa Timur khususnya, dan Indonesia pada umumnya. &lt;br /&gt;Ujian dan peringatan Allah untuk kaum yang dikasihi mungkin saja melalui Ponari yang polos dan kehebatan-kehebatan dukun, tabib, ustad dan sederetan manusia yang aneh-aneh. Kita sedang menitih sebuah persimpangan. Apakah ke jalan Illahi atau ke jalan sesat. Silakan bersikap dan pilih!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-3731412532420077661?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/3731412532420077661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/03/ponari-itu-media-ujian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/3731412532420077661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/3731412532420077661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/03/ponari-itu-media-ujian.html' title='Ponari Itu Media Ujian'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-5119313564073535870</id><published>2009-02-24T23:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T00:16:32.613-08:00</updated><title type='text'>Perlu Pendidikan Lalu Lintas</title><content type='html'>Tingginya kasus kecelakaan lalulintas mesti harus disikapi. Bukan asal terjual laris roda-roda kendaraan. Bukan pula jalannya dipermulus. Satu solusi yang ditawarkan adalah pendidikan berlalu lintas.&lt;br /&gt;Banyak pengendara - khususnya di kota-kota kecil - yang tidak layak mengendarai kendaraan di jalan raya. Entah siapa dia! Perawan pabrik atau anak-anak sekolahan. Lihat saja, kadang ada pengendara yang berjalan pelan dengan santainya di ruas tengah. Kadang ada pengendara yang nyalip dengan kecepatan yang lebih tinggi sedikit daripada yang disalib, lalu tiba-tiba setelah nyalip langsung zigzag ke depan yang disalip. Yang disalip pun kalang kabut injak rem. Ada lagi, pengendara menyalakan lampu zen ke kiri atau ke kanan sepanjang jalan. Mau ke mana dia? Tumbukan terjadi di tengah perempatan, padahal di situ ada lampu pengatur jalan yang menyala. Sedang enak-enaknya mulai menancap gas karena lampu hijau baru nyala, tiba-tiba tersentak oleh pengendara yang ujug-ujug nyelonong tanpa merasa bersalah, padahal ia mestinya saatnya berhenti karena lampu merah sudah menyala. Yang lebih menantang maut lagi, ketika pengendara sedang dalam keadaan berkonvoi, tiba-tiba tanpa menyalakan lampu zen, seorang pengendara belok ke kanan. Ada lagi, seorang pengendara dari jalan kecil tiba-tiba langsung masuk ke jalan raya tanpa tengak-tengok. Apa yang terjadi, pengendara yang berada di jalan raya langsung banting kemudi ke kanan. Demi menghindari, maut menjemput.&lt;br /&gt;Kekonyolan-kekonyolan di atas sering kali terjadi. Mengapa? Sedikitnya ada dua hal. Pertama, pengendara yang melakukan kekonyolan itu tidak tahu etika berlalu lintas. Kedua, pengendara yang konyol itu belum punya jam terbang yang cukup layak. Kalau di kota-kota besar, hal itu jarang terjadi. Jadi, mereka yang sudah berpengalaman jam terbang berkendara di kota besar, tidak melakukan kekonyolan-kekonyolan. &lt;br /&gt;Dua hal penyebab kekonyolan di atas dapat diminimalisasikan dengan pendidikan berlalu lintas. Entah secara formal maupun nonformal. Nyatanya, memang banyak orang yang mampu membeli kendaraan - terutama roda dua -, tetapi tidak layak untuk mengendarainya. Mereka butuh pendidikan berlalu lintas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-5119313564073535870?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/5119313564073535870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/02/perlu-pendidikan-lalu-lintas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/5119313564073535870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/5119313564073535870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/02/perlu-pendidikan-lalu-lintas.html' title='Perlu Pendidikan Lalu Lintas'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-6138641768428047910</id><published>2009-02-20T23:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T23:34:00.755-08:00</updated><title type='text'>Membangun Kepercayaan</title><content type='html'>Membangun Kepercayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan ujian nasional tanpa pengawas dapat dilaksanakan? Kapan bekerja tidak diawasi oleh mandor? Kapan ujian seleksi cpns dilaksanakan tanpa pengawas? Kapan penggunaan dana tidak perlu diaudit? Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin terlalu berlebihan karena hampir tidak mungkin dapat dijawab. Kalau dijawab,jJawabannya pun mungkin tidak jelas. Pertanyaan-pertanyaan  itu muncul karena selama ini memang pengawas ada di mana-mana. Mengapa masih ada pengawasan? Pengawasan muncul karena ada unsur yang sangat urgen, yaitu tidak adanya kepercayaan atau paling tidak ada rasa curiga. Pemerintah tidak percaya kalau siswa-siswa dapat jujur, tidak mencontek saat ujian. Mandor tidak percaya kalau pekerjanya bisa jujur, bisa bekerja dengan baik. Pemerintah tidak percaya kalau calon pegawai dapat jujur, tidak curang. Pemberi dana juga tidak percaya kalau pengguna dana dapat jujur menggunakan dana sesuai anggaran. Rupanya kita sudah lama dilanda ketidakpercayaan kepada orang lain. Kapan mulainya? I don't know. Pemerintah tidak percaya kepada rakyat. Demikian pula, rakyat  tidak percaya kepada pemerintah, bahkan legislatifnya. Kalau begini memang ruwet jadinya. Kepercayaan menjadi sesuatu yang sangat mahal. &lt;br /&gt;Dapat dibayangkan kalau ketidakpercayaan ini berlangsung di semua lini, semua jadi ruwet. Ketidakpercayaan dapat menjadi fenomena, tentunya bergilir menjadi budaya.&lt;br /&gt;Biasanya orang yang mudah menaruh kepercayaan kepada orang lain, dapat dipastikan orang itu dapat dipercaya. Sebaliknya, orang yang selalu menaruh curiga dan tidak mudah percaya kepada orang lain dapat dipastikan bahwa orang itu tidak bisa dipercaya. Hukum kebalikan menjadi hal yang sangat lumrah.&lt;br /&gt;Untuk terciptanya kepercayaan harus diawali dari dua unsur. Pemerintah harus percaya kepada rakyat. Sebaliknya, rakyat harus percaya kepada pemerintah. Keduanya harus bersama-sama menjaga kepercayaan itu. &lt;br /&gt;Untuk menghilangkan krisis kepercayaan memang sesulit membalikkan telapak kaki. Kedua unsur harus berkomitmen, diawali dari hal yang kecil. Semuanya harus berorientasi ke alam sana. Artinya, untuk dapat terwujud kepercayaan perlu penguasaan faktor religius yang sesungguhnya. Selama unsur religius belum dipahami secara kafah, susah benar kepercayaan itu memasyarakat. Teori dan aplikasi dari unsur religius harus sejalan. Orang yang pandai ilmu agama, harus diimbangi dengan pengamalan secara konsisten. Tapi, kapan Indonesia akan begini? 100 tahun lagi, kali!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-6138641768428047910?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/6138641768428047910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/02/membangun-kepercayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/6138641768428047910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/6138641768428047910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/02/membangun-kepercayaan.html' title='Membangun Kepercayaan'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-494318778094062575</id><published>2009-02-15T23:33:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T00:32:29.400-08:00</updated><title type='text'>Kekerasan vs Kekasaran</title><content type='html'>Pada suatu acara workshop yang serius, tiba-tiba memecahlah tawa. Yang sedang mengantuk menjadi terjaga. Yang sedang serius menjadi buyar. Apa pasalnya? Ternyata seorang peserta menyeletuk. Lalu celetukannya itu dijawab dengan ringan oleh fasilitator.&lt;br /&gt;"Bapak/Ibu, contoh kasus yang sedang marak terjadi adalah poligami, pelecehan seksual, penganiayaan pembantu rumah tangga, dan ...." ungkap fasilitator. Belum selesai, tiba-tiba seorang peserta menyambungnya.&lt;br /&gt;"Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Pak!" Celetuk seorang peserta. Sang fasilitator tersenyum-senyum. Para peserta workshop menjadi bingung. Lalu sang fasilitator berucap&lt;br /&gt;"Bapak, yang Saudara sebutkan baru saja, itu harus terjadi. Kekerasan dalam rumah tangga harus terjadi. Kalau tidak terjadi, tidak mungkin ada Si Thole dan Si Nok." celetuk fasilitator sambil tersenyum.&lt;br /&gt;"Ha...ha...ha...ha...ha" serentak meledaklah tawa. Memang ada beberapa peserta yang bingung, terutama wanita-wanita lajang. Mereka bertanya-tanya pada rekan di sampingnya.&lt;br /&gt;"Yang tidak harus terjadi apa, Pak?" sambung peserta tadi.&lt;br /&gt;"Kekasaran dalam rumah tangga."&lt;br /&gt;Dialog ringan yang terjadi pada saat workshop di atas patut direnungkan. Kata kekerasan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memang dapat digunakan untuk ihwal di atas. Kekerasan berarti 1). perihal (yang bersifat, berciri) keras, 2). perbuatan seseorang atau kelompok orang yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Jadi, kata kekerasan lebih mengarah kepada fisik. Sedangkan, KDRT secara defakto tidak hanya fisik, melainkan psikhis. Caci dan maki dari seorang suami kepada isteri atau anak-anaknya lebih melukai psikhis. Tamparan dan pukulan dari anggota keluarga yang satu kepada anggota keluarga yang lain dapat melukai fisik dan psikhis. Kalau yang dimaksud oleh KDRT itu perbuatan baik dengan kata-kata maupun perbuatan yang dapat melukai fisik maupun psikhis, menurut hemat kami kata yang tepat adalah "kekasaran" bukan "kekerasan". Kekasaran bisa dengan kata-kata, bisa juga dengan perbuatan fisik, sedangkan kekerasan hanya bisa dengan perbuatan fisik. Jadi, KDRT itu mestinya adalah Kekasaran dalam Rumah Tangga bukan Kekerasan dalam Rumah Tangga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-494318778094062575?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/494318778094062575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/02/kekerasan-vs-kekasaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/494318778094062575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/494318778094062575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/02/kekerasan-vs-kekasaran.html' title='Kekerasan vs Kekasaran'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-1954006551453703707</id><published>2009-02-10T23:25:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T23:53:47.764-08:00</updated><title type='text'>Hidup Itu Indah, Sayang</title><content type='html'>Kalau kita mendengarkan bahasa kehidupan dunia, sungguh kita akan takjub. Betapa tidak, kita sudah diatur sedemikian rupa teraturnya sehingga di akhir episode kita dapat menemukan hikmahnya. Biasanya di akhir episode itulah, kita baru sadar bahwa apa yang terjadi adalah sebuah jalan yang memang harus dilalui. Kita tidak usah mengatakan seandainya begini-begitu pasti akan begini-begitu. Begini-begitu adalah sebuah konsep manusia, sedangkan manusia itu tidaklah mengetahui apa-apa tentang sebuah peristiwa yang bakalan terjadi. Manusia hanya dapat berikhtiar dan memohon. Ketika ikhtiar dan permohonan belum sesuai yang diharapkan, kita hendaklah bersabar. Demikian pula, apabila yang diharapkan tidak sesuai dengan idealisme kita, hendaklah kita menerimanya dengan senang, jangan muncul sedikit pun kecewa, apalagi bersuudzon kepada Allah. Terimalah sesuatu dengan rasa syukur. Kalau memang sesuatu itu sangat diharapkan, apakah kita sudah maksimal dalam berikhtiar? Kalau sudah, bertawakallah. Yakinlah bahwa itu adalah yang terbaik untuk kita menurut Allah. Memang yang terbaik menurut kita terhadap sesuatu, belum tentu baik untuk kita menurut Allah. Prinsip yang paling baik adalah bahwa yang terbaik untuk kita hanyalah Allah yang tahu. Jika prinsip ini diterapkan, pasti hidup ini akan terasa indah. Indah dalam hal ini adalah keindahan untuk menerima bahasa dari Allah. Benar apa yang tertulis dalam filsafat Jawa kuno bahwa "urip iku saderma nglakoni". Jalanilah dengan enjoy hidup ini. Pastilah akan merasa hidup itu memang indah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-1954006551453703707?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/1954006551453703707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/02/hidup-itu-indah-sayang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/1954006551453703707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/1954006551453703707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/02/hidup-itu-indah-sayang.html' title='Hidup Itu Indah, Sayang'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-5154131572803387893</id><published>2009-02-07T00:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T01:03:53.427-08:00</updated><title type='text'>Kredit Pangkal Punya</title><content type='html'>Selama dasawarsa ini ada fenomena menarik yang patut dinalar. Bank-bank bersaing untuk mendapatkan kreditur, baik itu bank pemerintah maupun bank swasta, bahkan bank "ucek-ucek". Selain itu, dealer dan showroom pun tidak mau ketinggalan untuk mengejar nasabah atau kreditur. Mereka memberi kemudahan-kemudahan dan keringanan-keringanan. Mereka bersaing secara sehat, baik dengan suku bunga yang rendah maupun fasilitas yang menggiurkan. Semuanya dalam rangka mencari kreditur atau nasabah. &lt;br /&gt;Kasus terakhir yang sangat menggiurkan adalah pengambilan kredit tanpa jaminan. Sebut saja "showroom kendaraan" misalnya, memberikan kredit kendaraan bermotor tanpa uang muka. Hanya bermodalkan fotokopi KTP, seseorang dapat membawa sepeda motor baru. Juga, ada kredit kendaraan khusus untuk pegawai negeri. Kredit ini tanpa "DP" serta bunganya sangat kecil. Beberapa bank menarik jasa administrasi yang agak tinggi untuk sebuak buku rekening. Artinya, masyarakat digiring untuk tidak mempunyai buku bank, artinya diharapkan ke buku kredit alias "hutang". Ada showroom yang mempersulit masyarakat jika hendak membeli kendaraan dengan cara tunai. Akan tetapi, bagi mereka yang membeli dengan cara kredit, dipermudah dan dipercepat. Fenomena apa ini? Orang punya duit malahan susah.&lt;br /&gt;Fenomena kredit ini rupanya sudah mengakar dan membudaya. Kita akan susah kalau tidak kredit. Dunia pemberi kredit seolah menggiring masyarakat untuk terbelenggu dengan masalah ini. Apakah akan muncul pemeo baru, "kredit pangkal punya, tidak kredit tidak punya"?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-5154131572803387893?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/5154131572803387893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/02/kredit-pangkal-punya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/5154131572803387893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/5154131572803387893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/02/kredit-pangkal-punya.html' title='Kredit Pangkal Punya'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-4142166181719838927</id><published>2009-02-04T00:28:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T00:55:39.473-08:00</updated><title type='text'>BBM dan Logika Ekonomi</title><content type='html'>Menjelang akhir pemerintahan SBY-Kala, banyak kebijakan-kebijakan yang memihak rakyat diluncurkan. Satu yang paling populer adalah penurunan harga BBM jenis premium dan solar. Tidak tangung-tangung, frekuensinya sampai 3 kali. Kebijakan ini diambil tentunya bukan karena "ada udang di balik batu" menjelang Pemilu, tetapi karena mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Itu yang pasti.&lt;br /&gt;Kalau ditelusuri sampai pada masa awal pemerintahan SBY-Kala, tentunya kita belum lupa akan kebijakan yang tidak populer, yaitu menaikkan harga BBM. Pada masa itu BBM melambung tidak tanggung-tanggung. Masyarakat menjerit, protes dan demontrasi ada di mana-mana. Akibat dari kebijakan itu, harga kebutuhan pokok dan lain-lain ikut melambung, padahal pemerintah belum mengeluarkan aturan kenaikan. Masyarakat aktif menaikkan sendiri harga pasar segala kebutuhan, pasar susah dikontrol.Akan tetapi, itulah logika di negeri kita. Sejak zaman baheula, jika harga BBM naik, harga kebutuhan lainnya pun pasti naik, itu lazim.&lt;br /&gt;Akan tetapi, logika itu menjadi tidak berlogika (anlogika) ketika pemerintah menurunkan harga BBM. Setelah harga BBM turun mestinya secara logika harga-harga kebutuhan lainnya termasuk jasa transportasi turun. Kenyataannya, tidak demikian yang terjadi. Setelah harga BBM turun, harga kebutuhan pokok dan jasa transportasi tidak turun. Mereka bermalas-malas untuk menurunkan tarif dan harga. Mengapa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-4142166181719838927?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/4142166181719838927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/02/bbm-dan-logika-ekonomi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/4142166181719838927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/4142166181719838927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/02/bbm-dan-logika-ekonomi.html' title='BBM dan Logika Ekonomi'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-3317374797088355676</id><published>2009-01-12T20:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T20:37:51.030-08:00</updated><title type='text'>Renungan Bahasa 2</title><content type='html'>Orang Tua dan Bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran orang tua dalam keluarga adalah menjadi pendidik bagi anak-anaknya. Orang tua adalah pihak yang paling bertangung jawab atas sikap dan perlikaku anak-anaknya. Memang, di luar rumah ada lingkungan, ada sekolah. Di dua tempat ini anak mendapat pendidikan sikap dan perilaku. Akan tetapi, orang tua adalah penoreh lembaran anak yang paling pertama dan utama. Seperti selembar kertas, mau diisi apa tergantung pada penulisnya.&lt;br /&gt;Pemerolehan pembelajaran sikap dan perilaku yang sangat utama pada keluarga adalah ketika orang tua berkomunikasi dengan anak-anaknya dan anggota keluarga yang lain. Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi di dalam keluarga akan terekam dalam otak anak-anak kita, input bahasa itu akan tersimpan sangat kuat dalam memorinya. Kata-kata kasar dan kotor sangat mudah ditangkap oleh anak-anak kita. Kata-kata kotor sangat familiar bagi anak. Sekali saja anak menangkap kata-kata kotor dan kasar, ia akan menggunakannnya kapan saja dan di mana saja. Kata-kata yang dikeluarkan oleh anak-anak kita adalah cerminan perilaku  anak tersebut. Namun, harus disadari juga sebenarnya di balik itu tercermin juga perilaku orang tuanya.&lt;br /&gt;Orang tua yang selalu santun dalam bertutur tercermin juga pada kesantunan anak-anaknya ketika berkomunikasi. Memang terkadang, kesantunan bertutur yang sudah dipelihara dengan baik di keluarga, suatu saat tercemar oleh pergaulan di lingkungan. Anak dan orang tua yang terbiasa santun dalam berkomunikasi, kadang dikejutkan oleh letupan kosa kata-kosa kata kotor dari anak. Bila kita sudah yakin  kesantunan komunikasi sudah terjaga  dalam keluarga, kita dapat berkomentar bahwa kata-kata kotor itu datang dari pergaulan lingkungan. Kalau keadaannya seperti itu, filter keluarga harus sangat kuat.      &lt;br /&gt;Gambaran di atas adalah indikator betapa bahasa orang tua sangat berpengaruh terhadap tingkah laku dan kesantunan anak-anak. Pemerolehan bahasa yang kotor dari luar sesungguhnya dapat dinetralisasi secara kontinyu. Perlu kegigihan orang tua untuk itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-3317374797088355676?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/3317374797088355676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/01/renungan-bahasa-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/3317374797088355676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/3317374797088355676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/01/renungan-bahasa-2.html' title='Renungan Bahasa 2'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-3016153830862088260</id><published>2009-01-12T19:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T19:44:46.713-08:00</updated><title type='text'>Renungan Bahasa</title><content type='html'>Di Balik Fungsi Primer Bahasa&lt;br /&gt;Fungsi primer bahasa adalah sebagai alat komunikasi, baik bahasa tulis mupun lisan. Alat untuk mengungkapkan suatu maksud ini suatu saat dapat berfungsi sekunder. Bila bahasa sudah difungsikan secara sekunder, banyak hal makro dapat terselesaiakan. Bahasa yang difungsikan secara sekunder ini sebenarnya tidak terlepas dari fungsi primernya.  Fungsi sekunder merupakan efek dari fungsi konkret bahasa itu sendiri.&lt;br /&gt;Kita dapat bercermin dari Cina. Betapa gigihnya negeri ini agar dapat bersaing di pasar global Asia. Persiapan besar yang dilakukan Cina adalah mengajarkan bahasa  kepada dunia.  Hampir di semua negara Asia ada pembelajaran bahasa Mandarin. Tidak tanggung-tanggung Cina mempromosikan bahasa nasionalnya secara besar-besaran. Semua biaya dan prasarana ditanggung Cina. Kelompok relawan pengajar pun langsung didatangkan dari Cina. Semua biaya penyelenggaranaan pengajaran bahasa Mandarin ditanggung oleh Cina.MoU dengan pemerintah pun dilakoni Cina.&lt;br /&gt;Hebat, memang! Tidak satu negara pun yang demikian gigihnya memasarkan bahasa negaranya. Di balik kegigihannya itu, Cina sudah jauh mengatur strateginya untuk menghadapi perang ekonomi di kawasan Asia dan Eropa. Strategi itu ialah agar dunia menguasai bahasanya. Bila dunia sudah menguasai bahasa Mandarin, hal yang sangat mudah bagi Cina untuk memasarkan produk-produk andalannya. Strategi seperti ini pernah dilakukan oleh bangsa-bangsa penjajah. Sebut saja, Belanda atau Jepang. Untuk bisa tetap bercokol di daerah jajahan, Belanda mengajarkan bahasanya kepada pribumi. &lt;br /&gt;Sudah menjadi rahasia umum, ada udang di balik batu. Ada maksud di balik pemasaran bahasa. Maksud yang sangat besar dan menjanjikan bagi perkembangan suatu negara bisa diawali dengan cara memasarkan bahasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-3016153830862088260?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/3016153830862088260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/01/renungan-bahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/3016153830862088260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/3016153830862088260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/01/renungan-bahasa.html' title='Renungan Bahasa'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-3557220441819512610</id><published>2009-01-07T20:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T20:43:12.668-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musim semi guru'/><title type='text'>Buat Guru Penerima Tunjangan Profesi</title><content type='html'>Tunjangan Profesi untuk Peningkatan Profesionalitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah akhirnya tidak terlihat main-main setelah penerbitan UU No 14 Tahun 2005. Upaya untuk meningkatkan profesi guru dan dosen mulai ada titik terang. Beberapa guru sudah mendapat sertifikat profesi setelah melalui seleksi, baik portofolio maupun PLPG. Konsekuensi dari sertifikat profesi itu juga sudah dilaksanakan. Harus diingat hai "Saudaraku", bahwa tunjangan yang Anda dapatkan adalah upaya pemerintah agar "Saudaraku" lebih profesional dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, sebagai insan yang sama profesi saya mengajak, marilah tunjangan itu kita belanjakan untuk hal-hal yang dapat meningkatkan profesionalitas kita. Berikut saya sajikan urutan prioritas penggunaan tunjangan tersebut.&lt;br /&gt;1. beli buku-buku penunjang&lt;br /&gt;2. beli komputer/laptop&lt;br /&gt;3. langganan internet&lt;br /&gt;4. kursus komputer dan bahasa Inggris&lt;br /&gt;5. melanjutkan studi S2 atau S3&lt;br /&gt;6. beli mobil&lt;br /&gt;Gambaran prioritas di atas adalah sekelumit dari sekian banyak upaya untuk meningkatkan profesionalitas guru. &lt;br /&gt;Mudah-mudahan pemerintah konsisten dan konsekuen melaksanakan undang-undang ini, mudah-mudahan pula para pemimpin negara tidak picik, mudah-mudahan pula profesional-profesional lainnya mendukung tidak iri dan dengki. Selamat para guru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-3557220441819512610?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/3557220441819512610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/01/buat-guru-penerima-tunjangan-profesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/3557220441819512610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/3557220441819512610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/01/buat-guru-penerima-tunjangan-profesi.html' title='Buat Guru Penerima Tunjangan Profesi'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-9141312009280605784</id><published>2009-01-07T19:49:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T20:19:55.775-08:00</updated><title type='text'>Catatan Untuk Siswa (Refleksi Movingclass)</title><content type='html'>Movingclass sebuah Solusi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai semester 2 tahun pelajaran 2008/2009, SMA Negeri 2 Purbalingga mulai menerapkan sistem &lt;span style="font-style:italic;"&gt;movingclass&lt;/span&gt; secara menyeluruh. Tiga hari sudah sistem itu berjalan. Setelah tiga hari itu, saya mewawancarai beberapa siswa tentang bagaimana kesan atau tanggapan setelah penerapan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;movingclass&lt;/span&gt;. Kebanyakan siswa mengatakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;capek&lt;/span&gt;, tetapi ada beberapa yang mengatakan asyik. Sejak hari pertama ujicoba, kegiatan KBM berjalan lancar. Memang ketakutan-ketakutan sudah terlontar sebelaumnya. Namun, ketakutan itu terjawab sudah. Siswa dan guru dapat melaksanakan program tersebut dengan lancar dan enjoy.&lt;br /&gt;Di balik &lt;span style="font-style:italic;"&gt;movingclass&lt;/span&gt;, ada sesuatu maksud yang agung. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Movingclass&lt;/span&gt; bukan gaya atau model yang tanpa maksud, tapi penuh latar belakang dan tujuan yang sangat idealis dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di SMA Negeri 2 Purbalingga. Alur logika sederhananya adalah: satu, dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;movingclass&lt;/span&gt; dapat menghilangkan kejenuhan suasana. Dua, dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;movingclass&lt;/span&gt; siswa bergerak untuk berpindah kelas. Mereka harus berjalan. Dengan berjalan ini motorik siswa selalu aktif. Bandingkan kalau tidak moving, saat berganti pelajaran para siswa tetap di kelas, biasanya mereka lesu, ngantuk. Akan tetapi, dengan moving para siswa selalu energik. Karena energik, reaksi dengan lingkungan pun semakin baik. Termasuk reaksi menerima pelajaran. Oleh karena itulah, barangkali Badan Standar Nasional Pendidikan mengupayakan agar sekolah standar nasional (SSN)dan rintisannya atau SBI dan rintisannya  menerapkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;movingclass sitem&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-9141312009280605784?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/9141312009280605784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/01/catatan-untuk-siswa-refleksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/9141312009280605784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/9141312009280605784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/01/catatan-untuk-siswa-refleksi.html' title='Catatan Untuk Siswa (Refleksi Movingclass)'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-5550660351233051188</id><published>2009-01-07T19:46:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T19:48:03.259-08:00</updated><title type='text'>Profesionalitas Guru</title><content type='html'>Profesionalitas Guru dan Batu Bara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU No 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen mensyaratkan guru  merupakan sebuah profesi yang membutuhkan profesionalitas anggotanya. Diharapkan profesi guru  seperti Ikatan Dokter Indonesia dan  Ikatan Advokasi Indonesia. UU tersebut merupakan kebijakan pemerintah dalam rangka meningkatkan derajat guru. Jabatan guru dan dosen diharapkan berbeda dengan jabatan-jabatan lain.&lt;br /&gt;Upaya untuk peningkatan profesionalitas guru sudah banyak dilakukan, seperti : diklat, workshop, seminar, dan kegiatan-kegiatan tak bernama yang intinya bertujuan meningkatkan profesionalitas guru. Keseriusan pemerintah untuk meningkatkan profesionalitas guru diawali dengan seleksi guru profesional melalui penilaian portofolio. Para guru yang lulus portofolio dianggap sebagai guru yang profesional, sedangkan guru yang tidak lulus dianggap belum profesional, mereka harus menempuh jalur diklat PLPG agar menjadi profesional. &lt;br /&gt;Untuk menjadi guru yang profesional kuncinya adalah pada komitmen diri, yakni sejauh mana upaya diri untuk meningkat. Sekuat dan segencar apa pun upaya pemerintah, kalau komitmen masing-masing guru lemah, upaya itu akan sia-sia. Guru adalah manusia yang berpendidikan, tentunya mudah  diajak untuk meningkat. Tetapi, kenyataannya? Guru masih tertatih-tatih kalau diajak profesional. Sebenarnya, apa yang menjadi kendala dan solusi apa untuk meningkatkan profesionalitas guru itu?&lt;br /&gt;Seringkali saat guru sedang mengikuti diklat atau sejenisnya, saat itu semangat untuk meningkat membara dan ide-ide cemerlang bermunculan. Di saat diklat itulah semangat guru terbakar oleh motivasi-motivasi fasilitator. Semangat guru membara, bahkan menyala-nyala. Biasanya, saat itu pula ia ingin segera memulainya. Akan tetapi, setelah sampai di sekolah, apa yang yang terjadi? Bara itu padam! Guru mulai terbebani oleh tugas-tugas dan kegiatan lain yang sudah menghadang. Tugas-tugas dan kegiatan yang mestinya menjadi bagian dari profesionalitas guru  dianggap menjadi air yang memadamkan bara. Akhirnya, idealis guru saat diklat atau sejenisnya terbang lepas.&lt;br /&gt; Mestinya, bara-bara idealis harus tetap berkobar. Caranya: Satu, tetaplah berkomunikasi dengan rekan diklat, fasilitator, widyaiswara  sehingga jalinan keilmuan tidak putus. Kedua, bentuklah komunitas alumni diklat dan tindak lanjuti dengan kegiatan –kegiatan yang menunjang secara periodik. Ketiga, tetaplah berkomitmen untuk profesional, di mana pun, kapan pun dan seberapa pun. Empat, ketika sertifikat guru profesional sudah diperoleh, bertangung jawablah atas sertifikat itu, jadikanlah sertifikat itu sebagai pengontrol diri.&lt;br /&gt;Kuncinya adalah komitmen yang kuat dan kontinyu dan selalu mendekat dengan api sebagai  penyulut bara profesional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-5550660351233051188?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/5550660351233051188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/01/profesionalitas-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/5550660351233051188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/5550660351233051188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/01/profesionalitas-guru.html' title='Profesionalitas Guru'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2227897953036601310.post-6488469639241500463</id><published>2009-01-04T21:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T22:18:04.515-08:00</updated><title type='text'>PUISI PLPG</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tetap Lekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Joko Rusmanto&lt;br /&gt;(SMAN 2 Purbalingga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di punggung gunung yang angkuh&lt;br /&gt;Engkau tersenyum padaku&lt;br /&gt;Di antara panas dan uap pegunungan&lt;br /&gt;Membayang wajah ceria, berseri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlari-lari bagai anak rusa&lt;br /&gt;Tak pernah hilang dari benakku&lt;br /&gt;Sekalipun di seberang,&lt;br /&gt;Tetap tampak,&lt;br /&gt;Amat dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekerdip Cahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Joko Rusmanto&lt;br /&gt;(SMAN 2 Purbalingga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan merah tertusuk&lt;br /&gt;Hingga malam tak lagi bersuka&lt;br /&gt;Tunduk merunduk penuh dalam pasrah&lt;br /&gt;Merayap di tengah gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang sekerdip cahaya menusuk hati&lt;br /&gt;’Tuk gapai dunia warna-warni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mutiaraku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Suharyanto&lt;br /&gt;(SMA Ma’arif Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di relung sanubari&lt;br /&gt;Cintaku, senyummu, dan kasihku&lt;br /&gt;Makin tergambar indah menawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung malamku, dalam rindu&lt;br /&gt;Kupeluk bayangmu dalam doa&lt;br /&gt;Tahajud dan sujudku&lt;br /&gt;Untuk kebahagiaanmu&lt;br /&gt;Tak henti-henti kulantumkan&lt;br /&gt;Setiap hembusan nafas&lt;br /&gt;Dan semangat cintaku padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untukku dan Untukmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Indragini&lt;br /&gt;(SMA PMB Kutoarjo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja meredup di hari itu&lt;br /&gt;Kusampaikan padamu kesan pribadi&lt;br /&gt;Atas petaka yang menimpa diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarlah untuk kali ini, sayang ....&lt;br /&gt;Bukan maksudku menjauhi dirimu&lt;br /&gt;Tapi, satu yang kuharap ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takkan terjadi perpisahan dan derita di hati&lt;br /&gt;Bimbinglah daku ke jalan yang benar&lt;br /&gt;Berikan cahya hati sucimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penerang hidupku&lt;br /&gt;Semua untukku dan untukmu&lt;br /&gt;Aku tahu cintamu padaku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pun tahu ....&lt;br /&gt;Cintaku padamu&lt;br /&gt;Dan deritaku adalah deritamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Doa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Indragini&lt;br /&gt;(SMA PMB Kutoarjo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha-Tuhan&lt;br /&gt;Jangan putus sebuah harapan&lt;br /&gt;Jangan buntu sebuah keyakinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu malam ....&lt;br /&gt;Beban masih kupanggul&lt;br /&gt;Melewati jalan yang kugariskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan kau hamparkan beribu ketandusan&lt;br /&gt;Akan kulewati dengan penuh keyakinan&lt;br /&gt;Beribu kali daku menegur lembut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dan menyesal dosa&lt;br /&gt;Pelita-Mu berilah terang bagiku&lt;br /&gt;Api-Mu berilah arti hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hadiah-Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Endang Widiyati&lt;br /&gt;(SMAN Bandungan Magelang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi yang cerah&lt;br /&gt;Kubuka jendela kamar&lt;br /&gt;Kupandang matahari bersinar&lt;br /&gt;Indah sekali pagi ini&lt;br /&gt;Secerah hatiku&lt;br /&gt;Mendapatkan hadiah dari-Mu&lt;br /&gt;Anak mungil yang lucu&lt;br /&gt;Membuat bertabur syukur&lt;br /&gt;Dalam jiwaku&lt;br /&gt;Syukur selalu padamu&lt;br /&gt;Tak pernah bisa terungkap dari mulutku&lt;br /&gt;Hanya sujudku selalu padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------&lt;br /&gt;Lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Yohanes L. Rustanto&lt;br /&gt;  (SMAN Wonosari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekuntum senyum mengembang&lt;br /&gt;Dalam aliran rasa&lt;br /&gt;Rahasia apa yang bertahta dalam debaran&lt;br /&gt;Saat kutitipkan nama&lt;br /&gt;Kau berlalu melintas waktu&lt;br /&gt;Saat kekasih hati&lt;br /&gt;Sejenak kau tak henti&lt;br /&gt;Saat kuulurkan tangan&lt;br /&gt;Sayup malam kau beri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jarak merentang&lt;br /&gt;Ketika malam berhembus&lt;br /&gt;Ketika hari berlari&lt;br /&gt;Dan hati tak lagi bersemi ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bolehkah titian itu kita lalui berdua”&lt;br /&gt;Tanyamu&lt;br /&gt;Sendu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Wahidin&lt;br /&gt;(SMA Muh. 1 Cilacap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ....&lt;br /&gt;   Kusayang&lt;br /&gt;     Melayang&lt;br /&gt;        Terbayang&lt;br /&gt;Anak dan isteriku sayang&lt;br /&gt;  Di gedung P4TK Kaliurang&lt;br /&gt;    Ayah berjuang&lt;br /&gt;Walau syaraf meregang&lt;br /&gt;        Demi raih peluang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa pastikan datang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bersyukur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Duniarti&lt;br /&gt;(SMKN 2 Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan apa kudapat melukiskan rasa syukur&lt;br /&gt;Padamu ya ... Tuhan&lt;br /&gt;Rasanya tak cukup kata-kata yang kumiliki&lt;br /&gt;Tuk mengungkap semua yang telah kuterima darimu&lt;br /&gt;Sekalipun seluruh air laut bagai tinta&lt;br /&gt;’Tuk melukiskannya&lt;br /&gt;’Tak akan cukup untuk itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kegembiraan, kesedihan silih berganti&lt;br /&gt;Yang kuanggap itu adalah amugerah dari-Mu&lt;br /&gt;Apalagi saat kupenat kumelihat senyum&lt;br /&gt;Anakku, terasa sejuk hati ini &lt;br /&gt;Oh ... Tuhan terima kasih atas semua&lt;br /&gt;Karuniamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jarak yang Memisahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Eli Marsidi&lt;br /&gt;(SMK YPT Kroya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar dan menakjubkan&lt;br /&gt;Begitu sempurna ciptaan-Nya&lt;br /&gt;Itu kesan pertama saat kulihat&lt;br /&gt;Gunung berdiri megah di hari cerah ini&lt;br /&gt;Tapi saat kumenjauh gunung menjadi kecil&lt;br /&gt;Gunung hilang terbawa awan perbukitan&lt;br /&gt;Dan keterbatasan pandangan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, rasa rindu dan sayang&lt;br /&gt;Makin makin besar&lt;br /&gt;Walau terhalang jarak dan keterbatasan&lt;br /&gt;Karena hati yang bisa melihat cinta&lt;br /&gt;Dan hanya kita yang bisa merasakan&lt;br /&gt;Kejujuran rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syukurku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Geryani&lt;br /&gt;(SMK PGRI 1 Kebumen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gema suara adzan telah memanggil&lt;br /&gt;Engkau berikan rizki yang melimpah&lt;br /&gt;Tuhan ....&lt;br /&gt;Rasa rindu di dada membara&lt;br /&gt;Yang selalu memendam jiwa untuk bersumpah&lt;br /&gt;Andai hari semakin riuh&lt;br /&gt;Nun jauh gaung mengalun ’tuk merengkuh&lt;br /&gt;Inilah jalan hidupku yang kutempuh&lt;br /&gt;Puji syukurku .... Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karena Ia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Endang Rahajuningsih&lt;br /&gt;(SMAN 1 Bulus Pesantren Kebumen)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia ada dalam diri&lt;br /&gt;Ajari aku serah diri&lt;br /&gt;Ajari aku sabar diri&lt;br /&gt;Ajari aku rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ada dalam diri&lt;br /&gt;Ajak aku berbesar&lt;br /&gt;Ajak aku berbasuh kasih&lt;br /&gt;Ajak aku merasa diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ia, aku di sini&lt;br /&gt;Karena ia, aku percaya diri&lt;br /&gt;Karena Ia, aku tiada sendiri&lt;br /&gt;Ia, Roh Kudus sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Hartana&lt;br /&gt;(SMK PI Sleman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keletihan senja&lt;br /&gt;Aku terkejut dibuatnya&lt;br /&gt;Seiring dengan telepon yang berdering&lt;br /&gt;Membangkitkan semangat kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengabarkan keadaan rumah&lt;br /&gt;Yang baru ditinggal untuk berjuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namu dalam bayang-bayang&lt;br /&gt;Ada keberhasilan yang kuharapkan&lt;br /&gt;Semoga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kegelisahan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Karya Florentina Rahantini&lt;br /&gt;(SMKN 2 Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelangi tampak kemilau&lt;br /&gt;Teriring gemericiknya suara tetes embun&lt;br /&gt;Tampaklah olehku goresan cinta&lt;br /&gt;Indah bak sutera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelisah rasanya hati ini&lt;br /&gt;Ingat akan gambaran itu&lt;br /&gt;Ingat akan derap langkahkmu&lt;br /&gt;Inikah sebuah ilusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goresan-goresan tinta yang berwarna-warni&lt;br /&gt;Indah bak sebuah permadani&lt;br /&gt;Itukah gambaran luapan hati&lt;br /&gt;Ingin kugapai dan kunikmati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Edi Subiyantoro&lt;br /&gt;(SMK Muh. 2 Playen, Gunung Kidul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika senja mengepak awan&lt;br /&gt;Rinai hujan merintih ngilu&lt;br /&gt;Geliat rindu menerkam kalbu&lt;br /&gt;Kutuang dalam gelas angan&lt;br /&gt;Kuterusik dalam kegalauan&lt;br /&gt;Bimbang dalam kenangan&lt;br /&gt;Kubuka segenggam asa&lt;br /&gt;Dan ....&lt;br /&gt;Kutitipkan segelas rindu&lt;br /&gt;Pada sepoi angin malam&lt;br /&gt;Yang disaksikan bintang-bintang berkejaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tragedi Kehidupan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Karya Eka Wahyuningsih&lt;br /&gt;(SMA 1 Candimulyo, Magelang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingin mendamaikan hati&lt;br /&gt;Dengan setitik sinar mentari&lt;br /&gt;Kuingin pulihkan jiwa&lt;br /&gt;Dengan sakit api membara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingin rasakan cinta&lt;br /&gt;Tapi selalu kutemukan luka&lt;br /&gt;Kuingin lupakan duka&lt;br /&gt;Tapi selalu kutemukan lara.&lt;br /&gt;Itu selalu ada &lt;br /&gt;Dalam kehidupan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menanti Harapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Sriarti Rientarsih&lt;br /&gt;(SMA Dr. Wahidin Melati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika detik ini aku masih bicara,&lt;br /&gt;Inilah kisah pahit nyata&lt;br /&gt;Yang terlukis hitam, nampak di sana&lt;br /&gt;Tergores pedih, menyayat dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika, kali ini aku masih bicara,&lt;br /&gt;Dengan beribu kata sungkawa,&lt;br /&gt;Mengalirkan tanya, luruh menyapa jiwa&lt;br /&gt;Membuat luka yang kian menerpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, tiliklah sengsaraku ini&lt;br /&gt;Sentuhlah hati ini&lt;br /&gt;Lewat sabda-Mu, lembutku nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, berpalinglah pada kami&lt;br /&gt;Sapalah jiwa kami&lt;br /&gt;Lewat nyanyian sorga abadi&lt;br /&gt;Dan, buatlah kami teguh kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Karya Dwi Nendarwati (Wini)&lt;br /&gt;(SMK Bina Karya 1 Karanganyar, Kebumen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu ....&lt;br /&gt;Membawa aku pada keraguan&lt;br /&gt;Akankah hati ini bisa tersenyum&lt;br /&gt;Atau menangis lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mengapa ....&lt;br /&gt;Diri ini begitu teguhnya&lt;br /&gt;‘tuk mau membuka hati&lt;br /&gt;Bahwa cinta itu ....&lt;br /&gt;Tidak hanya &lt;br /&gt;Antara kau dan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cintamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Nunuk Suartini&lt;br /&gt;(SMK Tamansiswa, Nanggulan KP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelisah merayap pelan&lt;br /&gt;Lewati hari dalam kepenatan&lt;br /&gt;Mimpi dan harapku berlabuh di ujung malam&lt;br /&gt;Dalam perjumpaan di keheningan&lt;br /&gt;Senandung doa kulantunkan  &lt;br /&gt;Sebening tulus kasih-Mu&lt;br /&gt;Kusandarkan pasrahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syukur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Sunyoto&lt;br /&gt;(SMA Ma’arif Kota Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa pasrah adalah anugerah&lt;br /&gt;Indah, indah, Terindah !!!&lt;br /&gt;Kegagalan, hanyalah warna membias dan pudar&lt;br /&gt;Di perjalanan&lt;br /&gt;Kemarin, kini, dan esok &lt;br /&gt;Warna-warni kehidupan&lt;br /&gt;Kunikmati dalam pasrah&lt;br /&gt;Sebagai syukur bagi-Mu, Tuhan ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hati yang Terusik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Budi Risanto&lt;br /&gt;(SMK Bina Karya 2 Karanganyar, Kebumen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ....&lt;br /&gt;Aku boleh memilih&lt;br /&gt;Untuk memutar lagi waktu yang berlalu&lt;br /&gt;Tentu akan kulakukan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kekecewaan &lt;br /&gt;Selalu menggelayuti perjalanan hari-hari&lt;br /&gt;Yang tak pernah lagi bisa terobati&lt;br /&gt;Karena begitu dalam duka mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perhatian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Karya Esti Erningsih&lt;br /&gt;(SM&lt;br /&gt;Mata merah selalu hadir&lt;br /&gt;Di hari-hari menjelang lahir&lt;br /&gt;Detik semakin mengalir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kecil selalu kudamba&lt;br /&gt;Ketika dewasa hilang sirna&lt;br /&gt;Ketika tua tak terasa mengembara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kau tak merasakan&lt;br /&gt;Seperti apa yang kurasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dambaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Erwin Elia O&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sanggup kubayangkan kebahagiaan yang bakal kuraih&lt;br /&gt;Saat butir-butir air mata mengalir&lt;br /&gt;Dalam sujud dan dzikir&lt;br /&gt;Kudesak anugerah&lt;br /&gt;Dalam sesak yang gundah&lt;br /&gt;Dengan tangan mekar tengadah&lt;br /&gt;Tuhanku, &lt;br /&gt;Jangan biarkan aku dengan diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Supriyatno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dalam fakta&lt;br /&gt;Induk pada anak yang baru menetas&lt;br /&gt;Warga pada negara yang belum merdeka&lt;br /&gt;Guru pada murid yang sedang belajar&lt;br /&gt;Kakak pada adik yang sedang digendong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dalam berita&lt;br /&gt;Singa makan anaknya dalam pertengkaran&lt;br /&gt;Pupuk dan minyak langka di pasaran&lt;br /&gt;Guru lecehkan murid di luar pelajaran&lt;br /&gt;Kakak bunuh adik akibat warisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dukunganmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Endang Supriono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sore itu &lt;br /&gt;Awan nampak hitam legam&lt;br /&gt;Kusiapkan segala sesuatu&lt;br /&gt;Yang akan berguna&lt;br /&gt;Di masa datang yang gemilang&lt;br /&gt;Dukunganmu selalu kupinta&lt;br /&gt;Dalam menimba ilmu&lt;br /&gt;Yang bermanfaat bagiku&lt;br /&gt;Dan sebagai pelita hidup masa datang&lt;br /&gt;Dukunganmu yang selalu kuminta&lt;br /&gt;Disaat usia senja&lt;br /&gt;Perjuangan, pengorbanan&lt;br /&gt;Dalam lubuk hati yang dalam&lt;br /&gt;Membuat aku bersemangat&lt;br /&gt;Dalam mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Senja di Lautan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya J.N.C. Jatiningsih&lt;br /&gt;(SMAN 2 Purworejo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekejap mata ini terpejam&lt;br /&gt;Merasakan bisik angin di sekitar&lt;br /&gt;Mendengar desir pasir yang bicara&lt;br /&gt;Menghaturkan senja telah tiba&lt;br /&gt;Ombak berlari dan menari&lt;br /&gt;Angin berlalu sambl menyanyi&lt;br /&gt;Bagai menyambut datangnya sore hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut biru tersinar mentari kecil&lt;br /&gt;Namun kini ia mulai bersembunyi.&lt;br /&gt;Tak rela menampakkan diri&lt;br /&gt;Dan berjauhan warna terang&lt;br /&gt;Ditinggalnya kegelapan di antara &lt;br /&gt;Angin dingin serta ombak yang memanggil&lt;br /&gt;Maukah kembali&lt;br /&gt;Menyinari laut indah di sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nasibku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya M Komar Mufti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa diriku ini&lt;br /&gt;Harus selalu gagal&lt;br /&gt;Di dalam mengarungi bahtera cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa diriku ini&lt;br /&gt;Harus selalu kalah&lt;br /&gt;Di dalam menjalani persaingan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah memang nasibku&lt;br /&gt;Apakah memang takdirku&lt;br /&gt;Yang memang harus begini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ...Tuhan ... kuatkanlah hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Isteriku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Asta M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kau ini&lt;br /&gt;Saya tak merayu&lt;br /&gt;Sedangkan bulan di sana&lt;br /&gt;Tersenyum kepada kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kau ini ....&lt;br /&gt;Hadir di depanku&lt;br /&gt;Meratap harap tak sampai&lt;br /&gt;Inilah aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kau ini ....&lt;br /&gt;Memang begitu&lt;br /&gt;Berat untuk dipikul&lt;br /&gt;Penat untuk dirasakan&lt;br /&gt;Kenapa kau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ayah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya Y. Umar Yunoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah ditunjukkan&lt;br /&gt;Keteladan&lt;br /&gt;Kesabaran&lt;br /&gt;Kepada kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan apa adanya&lt;br /&gt;Pengakuan yang tulus&lt;br /&gt;Ketika kami belum berhasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini &lt;br /&gt;Engkau &lt;br /&gt;Terus dan terus bersabar&lt;br /&gt;Menunggu &lt;br /&gt;Hitam putihnya hidup kami&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2227897953036601310-6488469639241500463?l=jokorusmanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/feeds/6488469639241500463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/01/tetap-lekat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/6488469639241500463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2227897953036601310/posts/default/6488469639241500463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokorusmanto.blogspot.com/2009/01/tetap-lekat.html' title='PUISI PLPG'/><author><name>Blog Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Purbalingga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11446655962697798844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LYGc2XYfoaQ/SZkmFKJp1vI/AAAAAAAAAAk/gA8PjrxwA98/S220/Picture+004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
