Sugeng rawuh para kadang wonten tlatah mriki. Matur nuwun sampun kersa pinarak!

Selasa, 26 Mei 2009

Kampanye Capres Saling Membunuh

Pemilu untuk menentukan presiden dan wakil presiden sudah semakin dekat. Pasangan capres dan cawapres sudah resmi dan deklarasi pun sudah diikrarkan. Gilirannya, bendera start kampanye pun sudah dikibarkan. Entah secara resmi entah tidak, kampanye menuju kursi presiden sudah bergema. Terutama, di televisi-televisi swasta. Kalau nonton televisi, cobalah sekali-kali Anda tonton iklan, terutama iklan dari LSM-LSM yang membawa bendera dari capres dan cawapres. Sangat menggelikan iklan-iklan itu. Tak ubahnya seperti anak-anak yang baru bisa berbicara, mereka saling mengejek, menjelek-jelekkan lawannya. Lucunya, ada yang memanfaatkan musibah-musibah alam untuk memukul lawan. Barangkali yang ini sudah lepas dari unsur pembicaraan makhluk yang beriman. Sebagai makhluk yang beriman tentunya tidaklah demikian. Musibah dan bencana harus disikapi dengan arif menggunakan unsur keimanan, bukan dengan emosi semata apalagi menumpukan penyebab pada seseorang atau sekelompok orang. Sangatlah gegabah iklan sepeti itu, karena dapat membangkitkan permusuhan. Paling tidak, membangkitkan amarah dan kecongkakan dari keduanya.
Televisi memang media yang ampuh untuk kampanye, tetapi semestinya isi kampanye tersebut dipertimbangkan dengan baik dan dewasa. Ketidakmutuan isi iklan kampanye ternyata juga dapat memetikan diri. Orang sekarang sudah pandai menyimak kiprah para capres dan cawapres. Objektivitas masyarakat kita semakin baik. Partai bukanlah satu-satunya kendaraan. Mereka dapat meninggalkan kendaraan partai dalam menentukan capres dan cawapresnya. Dapat saja seseorang berpartai X memilih capres dan cawapres dari partai Y. Hal ini sangat mungkin terjadi pada pemilu capres dan cawapres Juli 2009 nanti. Kemutuan, kesantunan dan kedewasaan berkampanye lebih menjadi pertimbangan anak negeri untuk memilih pemimpinnya. EQ dan SQ yang berkualitas dari capres dan cawapres tercermin pada kampanye-kampanye yang disampaikan, termasuk di dalamnya iklan kampanye di televisi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan Anda berkomentar! Komentar Anda bermanfaat bagi kami. Komentar Anda tidak mengurangi apa pun bagi Anda.